DPRD Lampung Sesalkan Maraknya Kasus Pelecehan Seksual di Kampus  

 

 

Bandar Lampung – DPRD Provinsi Lampung buka suara atas kasus dugaan pelecehan seksual di kampus.

 

Anggota komisi V DPRD Provinsi Lampung, Aprilianti mengatakan DPRD Lampung menyesali adanya dugaan pelecehan seksual tersebut.

 

Aprilianti menyebut DPRD Lampung mendorong setiap penindakan tersangka kasus kekerasan terhadap pelecehan seksual dihukum semaksimal mungkin.

 

Kampus itu kan seharusnya jadi tempat pendidikan yang aman bagi semua gender,” kata Aprilianti, di Bandar Lampung, Selasa (10/10/2023).

 

Untuk korban, DPRD Provinsi Lampung mendorong agar perlindungan terhadap korban diprioritaskan.

 

Menyoal pencegahan pelecehan seksual, Aprilianti mengatakan hal itu menjadi tanggung jawab semua pihak.

 

 

Baik kampus, pemerintah maupun mahasiswa.

 

Lebih-lebih setiap kampus kan harus sudah ada Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS),” kata Aprilianti.

 

Hal serupa dikatakan Anggota Komisi V DPRD Lampung Deni Ribowo.

 

Deni Ribowo mengecam adanya tindak pelecehan dan kekerasan seksual di Provinsi Lampung.

 

Pihaknya mendukung adanya penindakan yang tegas terhadap pelaku.

 

“Komisi V DPRD Lampung sangat perhatian akan hal ini apabila ada di dunia pendidikan terjadi pelecehan seksual,” kata Deni Ribowo.

 

Diketahui, sedikitnya ada dua kasus terbaru dugaan pelecehan seksual di kampus.

 

Pertama, dugaan pelecehan seksual terjadi di STKIP PGRI Lampung.

 

Terbaru, ada kabar dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung ditangkap polisi saat tengah berduaan dengan mahasiswinya di sebuah rumah.

 

Peristiwa penangkapan terjadi pada Senin (9/10/2023) malam di salah satu perumahan di Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung.

 

Sebelum itu, ada juga dugaan pelecehan seksual yang mengakibatkan sesama mahasiswa Universitas Lampung.

 

Dugaan itu terjadi pada 1 September 2023 lalu, melibatkan anggota pers mahasiswa kampus tersebut.

 

Dugaan tersebut tersiar dalam publikasi akun Instagram @teknokraunila pada 23 September 2023, yang saat ini postingan tersebut sudah tidak lagi disiarkan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top