Gubernur Lampung Sebut Harga Beras Naik karena Belum Panen

 

 

BANDAR LAMPUNG – Harga beras berbagai kualitas di pasar tradisional Lampung terus melejit. Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, kenaikan harga beras saat ini disebabkan belum memasuki musim panen.Dia mengatakan, saat ini harga beras di pasaran masih fluktuatif karena beberapa daerah sentra beras di Lampung belum sepenuhnya panen. Diperkirakan pada Oktober 2023 rata-rata sawah petani mulai panen, dan harga beras kembali stabil.Pemantauan di Pasar Cendrawasih Kota Metro, Lampung, Rabu (6/9/2023), hanya harga beras yang dialami dibandingkan dengan komoditas pangan lainnya. Beras kualitas medium dijual Rp 15.000 – Rp 16.000 per kg atau Rp 140.000 – Rp 150.000 per karung 10 kg. Sedangkan beras premium Rp 17.000 – Rp 18.000 per kg atau Rp 160.000 – Rp 170.000 per karung 10 kg. Sementara harga beras kualitas biasa juga terjadi kenaikan dari Rp 9.500 per kg menjadi Rp 11.500 – RP 12.000 per kg.

 

Pemprov Lampung mengeklaim terdapat cadangan beras pada September 2023 sebanyak 423.640 ton. Cadangan tersebut disebabkan beberapa kabupaten mulai panen pada September 2023.

 

Baca Juga :

 

Panen Sudah Berlangsung di Cirebon, Harga Gabah Masih Tinggi

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung Kusnardi mengatakan, beberapa daerah akan memasuki masa panen padi pada September, Oktober, November, dan terakhir Desember 2023. Kusnardi mengatakan, pada September 2023, tersedia cadangan beras sebanyak 400 ton lebih.

 

Dipaparkannya, Kabupaten Mesuji mulai memasuki masa panen pada September 2023 tersebut, sedangkan pada Oktober 2023 Kabupaten Tulangbawang, dan Kabupaten Lampung Selatan. Sedangkan pada bulan selanjutnya beberapa daerah sentra beras lainnya juga masuk musim panen.

 

Menurut dia, pada September 2023, terdapat lahan padi siap panen seluas 84.728 hektare (ha), Oktober seluas 72.000 ha, November seluas 40.000 ha, dan Desember seluas 137.000 ha. Selain itu terdapat juga lahan tambahan gerakan pangan nasional seluas 36.000 ha, lahan pertanian reguler seluas 228 ribu ha.

 

Kusnardi memperkirakan jumlah luas lahan padi petani pada September 2023 seluas 84.728 ha tersebut memasuki masa panen, maka kalau dikatakan produksi beras untuk satu hektare sebanyak lima ton, maka tersedia cadangan beras sebanyak 400 ribu ton lebih cadangan beras.

 

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika …

panen padi kenaikan harga beras lampung musim panen

 

 

Berita Terkait

Raih Rumah Impian Kamu Lewat BCA EXPO Online![PR]

Jokowi Banggakan Harga Beras di Indonesia Lebih Murah Dibandingkan dengan Negara Tetangga

Hidup pada Masa Kesulitan Pangan

Ekonomi dan Keuangan Syariah Daerah Terus Diperkuat

Dishut Lampung: Lokasi Perdagangan Karbon dalam Tahap Persiapan

 

 

Rekomendasi

Rel KA Jalur Solo-Wonogiri Diganti, Pangkas Waktu Tempuh Jadi 30 Menit

Rel KA Jalur Solo-Wonogiri Diganti, Pangkas Waktu Tempuh Jadi 30 Menit

Rejogja – 8 jam yang lalu

Dapat Durian Runtuh, Warga Desa Rajek Grobogan Masak Pakai Gas Rawa, Tak Perlu Lagi Beli LPG

Dapat Durian Runtuh, Warga Desa Rajek Grobogan Masak Pakai Gas Rawa, Tak Perlu Lagi Beli LPG

Network – 08 October 2023, 07:57

Satu Tewas dan Ribuan Lainnya Terdampak Topan Saola di Filipina

Satu Tewas dan Ribuan Lainnya Terdampak Topan Saola di Filipina

Ramadhan – 01 September 2023, 17:14

Liga Primer Inggris; Arsenal Tumbangkan City Lewat Gol Kreasi Gelandang Penggila Indomie

Liga Primer Inggris; Arsenal Tumbangkan City Lewat Gol Kreasi Gelandang Penggila Indomie

Sport – 8 jam yang lalu

Republika TV

Bisnis sewa properti yang mengganggu aksi menghancurkan di Hollywood

Aksi Mogok Hollywood Hantam Bisnis Sewa Properti dan Katering

Close-Up – Rabu , 09 Aug 2023, 10:10 WIB

Menteri BUMN Erick Thohir

Erick Thohir akan Batasi Kredit Himbara untuk BUMN Karya

Close-Up – Rabu , 09 Agustus 2023, 08:28 WIB

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf.

Dialog Antarbudaya Jadi Titik Awal Solusi Menyelesaikan Permasalahan Lintas Agama

Close-Up – Selasa , 08 Agustus 2023, 20:51 WIB

Bisnis kuliner diaspora Indonesia di AS

Kiat Bisnis Diaspora Indonesia Berbisnis Kuliner di Amerika

Stokshot – Selasa , 08 Agustus 2023, 19:38 WIB

Terpopuler

1

Pemkot Bogor Siapkan 1.400 Vaksin Rabies Gratis untuk Anabul

Petugas memasukan dosis vaksin rabies untuk disuntikan ke kucing, (ilustrasi)

2

Keluhkan Sakit, Lukas Enembe Dijadwalkan Hadapi Putusan Kasus Suap dan Gratifikasi

Lukas Enembe.

3

Harga Anjlok, Gubernur Sumbar Ajak ASN Borong Bawang Merah

Petani bawang merah di Solok, Sumatra Barat, sedang panen raya.

4

Enam Alasan Tidak Mendirikan Parpol Islam (Bagian I)

.

x tKalau sudah panen pada Oktober nanti, harga beras mulai stabil, kata Arinal di Lampung, Rabu (6/9/2023).Menurut dia, bila sudah memasuki masa panen, ketersediaan gabah petani semakin melimpah dan harga jual beras pun semakin terkendali. Untuk itu, beberapa daerah di Lampung sudah siap untuk panen pada bulan depan.Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung Kusnardi mengatakan, beberapa daerah akan memasuki masa panen padi pada September, Oktober, November, dan terakhir Desember 2023. Kusnardi mengatakan, pada September 2023, tersedia cadangan beras sebanyak 400 ton lebih.

 

Dipaparkannya, Kabupaten Mesuji mulai memasuki masa panen pada September 2023 tersebut, sedangkan pada Oktober 2023 Kabupaten Tulangbawang, dan Kabupaten Lampung Selatan. Sedangkan pada bulan selanjutnya beberapa daerah sentra beras lainnya juga masuk musim panen.

 

Menurut dia, pada September 2023, terdapat lahan padi siap panen seluas 84.728 hektare (ha), Oktober seluas 72.000 ha, November seluas 40.000 ha, dan Desember seluas 137.000 ha. Selain itu terdapat juga lahan tambahan gerakan pangan nasional seluas 36.000 ha, lahan pertanian reguler seluas 228 ribu ha.

 

Kusnardi memperkirakan jumlah luas lahan padi petani pada September 2023 seluas 84.728 ha tersebut memasuki masa panen, maka kalau dikatakan produksi beras untuk satu hektare sebanyak lima ton, maka tersedia cadangan beras sebanyak 400 ribu ton lebih cadangan beras. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top