Gubernur Lampung minta kemban

 

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meminta hilirisasi komoditas lokal di daerahnya terus dikembangkan, sehingga dapat meningkatkan nilai tambahnya.

 

“Provinsi Lampung memiliki berbagai komoditas perkebunan, pangan, dan hortikultura yang memberikan kontribusi besar bagi Indonesia. Seperti tebu, lada, kakao, sawit, pisang, nanas, singkong, jagung, padi, dan sayur mayur yang merupakan komoditas unggulan yang ada di Provinsi Lampung,” ujar Arinal Djunaidi, di Bandarlampung, Kamis.

 

Ia pun meminta upaya lebih fokus dalam pelaksanaan hilirisasi komoditas lokal unggul di daerahnya untuk meningkatkan nilai tambah bagi petani.

 

“Lampung ini cukup berpotensi, seperti kakao di sini ditanam bahan mentahnya tetapi pengolahan menjadi cokelat ada di provinsi lain, ini sangat disayangkan. Jadi semua harus berfokus membicarakan tentang hilirisasi komoditas lokal kita, sebab kalau produk ditangani dengan benar maka akan menambah nilai ekonomi juga,” katanya pula.

 

Gubernur menambahkan pengelolaan komoditas asli Lampung itu harus terus ditingkatkan dari sisi kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan.

 

“Pengelolaan komoditas-komoditas ini perlu ditingkatkan agar kuantitas dan kualitas produk yang dihasilkan meningkat. Selain kuantitas dan kualitas produk, harga komoditas pertanian harus dijaga stabilitasnya agar kesejahteraan petani tidak turun,” katanya lagi.

 

Dalam pelaksanaan hilirisasi komoditas lokal Lampung, ia pun mengajak semua pihak ikut serta dalam melaksanakannya.

 

“Untuk mencapai tujuan tersebut butuh kerja sama antara peneliti, praktisi, perusahaan dan pemangku kebijakan dalam melaksanakan hilirisasi serta menjaga produksi, salah satunya menghadapi berbagai tantangan khususnya dalam bidang penyakit tumbuhan,” ujarnya pula.

 

Provinsi Lampung memiliki beberapa komoditas andalan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung untuk komoditas kopi memiliki produktivitas pada 2022 sebesar 118.139 ton, padi 2.688.159 ton, karet 192.395 ton, tebu 184.006 ton, dan kakao 53.991 ton.

 

Lalu avokad pada 2021 sebanyak 240.075 kuintal, durian 208.785 kuintal, jengkol 178.577 kuintal, manggis 206.878 kuintal, nanas 7.058.999 kuintal, pepaya 873.786 kuintal, dan pisang 11.232.397 kuintal.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top