Pemprov Lampung: Keluarga berencana tingkatkan kesejahteraan penduduk

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung Fahrizal Darminto mengatakan bahwa keluarga berencana (KB) dapat mendukung dan meningkatkan kesejahteraan penduduk.

“Keluarga sebagai basis terkecil sangat berdampak bagi terwujudnya pembangunan di daerah dan tercapainya Indonesia emas 2045,” ujar Fahrizal Darminto saat menghadiri Hari Keluarga Nasional ke-30 tingkat Provinsi Lampung di Bandarlampung, Kamis.

Ia mengatakan adanya keluarga berencana menjadi salah satu indikator yang mendukung kesejahteraan penduduk, sebab dapat memperkecil kemiskinan serta ketimpangan.

Kami mengajak semua keluarga harus punya rencana mengatur jumlah anak untuk membentuk generasi yang cerdas, kuat, dan memiliki visi. Sebab, dengan begitu dari sisi pengasuhan, kesehatan dan pendidikan bisa lebih baik, jadi kesejahteraan serta perekonomiannya terjaga,” katanya.

Dia menjelaskan keluarga terencana juga dapat menjadi fondasi yang akan membentuk sumber daya manusia (SDM) memiliki daya saing yang baik.

“Pada tahun 2045, anak-anak yang baru lahir saat ini sudah di usia 20 tahun dan ideal sebagai angkatan kerja produktif. Sehingga, dengan mempersiapkan sejak sekarang akan tumbuh SDM yang kompetitif, berkompetensi dan berdaya saing untuk terserap lapangan pekerjaan yang semakin sedikit,” ucapnya.

Menurut dia, dengan banyak terserapnya generasi penerus ke dunia usaha, kesejahteraan dan perekonomian penduduk bisa terjamin.

“Kalau keluarga tidak terencana dengan baik, permasalahan pembangunan, kesehatan, dan ketenagakerjaan dalam menghadapi bonus demografi semakin sulit,” tambahnya.

Dia mengatakan selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan keluarga berencana, juga bisa meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.

“Pemerintah daerah juga berkomitmen mendukung terciptanya keluarga berencana secara konsisten, sembari kami menyiapkan infrastruktur, investasi agar generasi kita memiliki proteksi dari segi ekonomi, ketenagakerjaan, kesehatan, properti, kependudukan, pelayanan publik. Tapi, ini juga butuh kerja sama dari semua pihak, sebab yang kita tangani objeknya sama, yaitu masyarakat,” ujar dia.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top