Komisi V DPRD Lampung Minta Pelaku Perundungan Siswi SMK di Katibung Ditindak Tegas

WARTABARU.COM_Bandar Lampung — Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Lampung, menyoroti kasus perundungan yang menimpa salah satu siswi SMK Negeri di Katibung, Lampung Selatan.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Aprilliati, mengatakan siapapun pelaku perundungan yang terjadi di sebuah SMKN 1 Katibung harus ditindak tegas. “Saya ingatkan agar tidak boleh ada aksi perundungan terhadap peserta didik,” ujar Apriliati, Selasa, 21 Februari 2023.

Politisi PDIP itu mengatakan kasus perundungan peserta didik yang terjadi di SMKN 1 Katibung itu seharusnya bisa dicegah. Apalagi penyebabnya hanya persoalan sepele dan jangan sampai menghambat hak siswa mengikuti ujian.
Untuk diketahui, informasi perihal siswi SMKN 1 Katibung diduga menjadi korban perundungan akibat belum melunasi iuran SPP. Sampai saat ini korban enggan masuk sekolah lantaran merasa malu dan minder.

Orang tua korban mengungkapkan, setelah kejadian tersebut, anaknya masih mau berangkat ke sekolah. Namun, karena diduga kerap dirundung dengan dikatakan sebagai “parasit” akhirnya korban enggan masuk sekolah lagi.

“Hari ini mulai ujian, sementara korban tidak ikut ujian, di sini peran guru penting untuk membimbing bukan malah sebaliknya. Ini kan persoalan sepele, masih bisa diselesaikan dengan musyawarah, jangan sampai karena masalah ini siswa jadi tidak bisa ikut ujian,” kata Apriliati.

Pihaknya mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, untuk menangani tindakan yang dapat mencederai kenyamanan di lingkungan pendidikan.

“Dinas Pendidikan kami minta segera membentuk tim untuk melakukan monitoring dan bertemu dengan kepala sekolah dan guru-guru tempat pelaku dan korban perundungan,” kata dia.

Sekretaris Disdikbud Lampung Tommy Efra Handarta mengatakan, pihaknya belum menerima laporan kasus itu dari bidang terkait. Pihaknya segera berkoordinasi perihal informasi tersebut.

“Tidak boleh ada perundungan di sekolah. Sekolah harus menjadi tempat berinteraksi yang humanis, sehingga menumbuhkan motivasi peserta didik untuk menjadi giat dan semangat meningkatkan kualitas diri dan kemampuan agar mampu meraih citanya,” ujar Tommy.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top