Mardiana Musa Ahmad Dikukuhkan Sebagai Bunda Literasi Kabupaten Lampung Tengah.

WARTABARU.COM-Bandar Lampung_Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Muhammad Syarif Bando, mengukuhkan istri Bupati Lampung Tengah Mardiana Musa Ahmad sebagai Bunda Literasi Kabupaten Lampung Tengah.

Kegiatan itu dilaksanakan pada acara Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat di Provinsi Lampung dan Pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung, serta Penandatanganan Nota Kesepakatan Perpustakaan Nasional RI dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan Perguruan Tinggi di Provinsi Lampung Tahun 2021, yang bertempat di Swiss Bell Hotel, Bandar Lampung, Selasa (15/6/2021).

Turut hadir Bunda Literasi Provinsi Lampung Riana Sari Arinal, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Ir. Fahrizal Darminto mewakili Gubernur Lampung, Ketua DPRD Provinsi Lampung Minggurum Gumay, S.H., M.H., serta Bunda Literasi Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung.

Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando dalam sambutannya menyampaikan, literasi adalah kedalaman pengetahuan seseorang terhadap suatu subjek ilmu pengetahuan. Saat ini, pihaknya sudah mengidentifikasi kondisi literasi di Indonesia menjadi hulu dan hilir.

Syarif Bando menilai rendahnya budaya baca masyarakat yang berdampak pada indeks literasi yang rendah merupakan kondisi di hilir dan ini merupakan fakta yang ada.

“Selama hampir 76 tahun Indonesia merdeka, pembahasan soal kondisi di hilir masih terus berlangsung. Padahal seharusnya kendala yang ada di hulu harus diperbaiki bersama seluruh pemangku kepentingan”, jelas Syarif Bando.

Sekda Provinsi Lampung Ir. Fahrizal Darminto dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan ini sebagai bukti wujud komitmen pemerintah provinsi lampung dalam mencerdaskan bangsa, seperti halnya yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke empat.

Sementara itu, Bunda Literasi Provinsi Lampung Riana Sari Arinal dalam acara talkshow mengucapkan selamat kepada Bunda Literasi Kabupaten/Kota yang telah dikukuhkan, Bunda Riana juga mengatakan dalam mewujudkan pembudayaan gemar membaca masyarakat, peran dari Bunda Literasi Kabupaten/Kota ini sebagai role model bagi anak-anak dan masyarakat dalam menumbuhkan minat baca. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top