Cuaca Ekstrim, Warga Keluhkan Pohon Mahoni Di Lapangan 22 Hadimulyo Barat

WARTABARU.COM-Metro_Dengan cuaca ekstrim dan tidak menentu saat ini, warga jalan Raya Veteran sekitar lapangan 22 Hadimulto Barat khawatir keberadaan pohon mahoni yang panjang rantingnya sampai menyeberangi jalan. Padahal perempatan lampu merah tersebut salah satu perempatan sibuk yang rapat dengan kendaraan.

Selain itu, ada sebagian ranting pohon mahoni yang menghadap lapangan sepakbola sudah kering, di khawatirkan ranting itu jatuh pada saat orang sedang berolahraga.

Mang Ade, penjual gorengan yang tiap hari mangkal di lapangan itu mengaku gelisah kala hujan turun yang di sertai angin.

“Yang mencari rezeki disini bukan hanya saya mas, ada penjual es tebu, penjual somay dan banyak lainnya, kalau mulai hujan turun disertai angin kami semua menjauh dulu ke warung-warung sekitar untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan”, ujar mang Ade, Sabtu (17/4/2021).

Ia menjelaskan, Jalan Raya Veteran itu merupakan akses menuju Bandar Lampung, umumnya mobil-mobil truk besar yang melintas di jalan tersebut. karena itu merupakan perempatan yang memiliki lampu merah, jalan tersebut selalu padat terutama pada pagi hari.

“Diantara jalan raya Veteran dan Lapangan 22 Hadimulyo Barat ini ada 4 pohon besar, Rantingnya saja sudah sampe seberang jalan sana, kalau mobil truk besar lewat daun diranting itu sudah menyentuh bak truk-nya. Ini harusnya sudah dipangkas, sudah berbahaya mas”, ujar Mang Ade pada awak Media.

Hal yang sama juga disampaikan Ita, pemilik rumah makan Tiwul Goreng di sebelah lapangan itu mengaku khawatir saat lapangan digunakan untuk berolah raga, masalahnya ada sebagian ranting pohon yang menghadap ke lapangan sudah kering, hanya tinggal menunggu waktunta jatuh.

“Ranting kering itu kan lumayan besar, kalau jatuh bahaya bagi orang yang berada dibawahnya, umumnya anak-anak yang berolahraga adalah warga sekitar sini, termasuk anak saya”, ujar Ita.

Owner RM. Bata Merah itu berharap pemerintah Kota Metro segera mengambil tindakan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan dan memakan korban.

“Kemarin ada PNS yang mampir makan disini mengaku dari PNPB, ketika saya minta tolong sampaikan keluhan terkait pohon itu, katanya itu bukan tanggung-jawab mereka tapi tanggung jawab Dinas PU Perumahan dan Pemukiman. Saya sih terserah saja, yang penting pohon itu bisa di pangkas sebelum jatuh korban.” Harap Ita. (D0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top