Takut Banjir, Warga Keluhkan Saluran Pembuangan Air di Dalam Kawasan Taman Edukasi Metro

WARTABARU.COM-Metro_Warga keluhkan belum juga dilakukannya pelebaran saluran pembuangan air di dalam kawasan Taman Edukasi Metro. Mereka khawatir bila hujan besar datang akan kembali terjadi banjir seperti tahun-tahun sebelumnya.

Samadi, salah satu warga RT. 28 RW. 8 Kelurahan Yosorejo Metro Timur mengaku selalu was-was bila hujan deras lebih dari satu jam,

“Warga sekitar sini selalu was-was kalau hujan deras lebih dari 1 (satu) jam, apalagi bila hujan pada malam hari, sudah pasti warga ga ada yang tidur, khawatir banjir lagi seperti tahun-tahun lalu” keluhnya, Minggu (4/4/2021).

Samadi mengaku sudah lebih 20 tahun ia tinggal di RT. 28 itu tidak pernah terjadi banjir, mereka kebanjiran di mulai dari tahun-tahun belakang ini setelah beberapa wilayah pembuangan air-nya diarahkan kesaluran itu, sementara saluran air yang melewati Taman Edukasi Metro sempit.

Ia menjelaskan, Saat ini memang sedang diperbaiki gorong-gorong jembatan di jalan Brokoli, tapi itu tidak benar-benar membantu mengatasi banjir bila hujan besar datang. Tapi sempitnya saluran air pembuangan di dalam kawasan Taman Edukasi itulah yang menyebabkan banjir.

“Selama saluran air yang melalui Taman Edukasi masih di cor dan tidak di lebarkan, banjir akan terus melanda pemukiman kami, dan warga akan terus mengalami kerugian seperti tahun-tahun kemarin” jelasnya.

Hal senanda juga disampaikan Tono, warga RT.14 RW.7 Kelurahan Iringmulyo, ia mengaku satu jam saja hujan deras dapurnya  pasti kebanjiran.

“Hujan deras satu jam saja, dapur saya bisa kebanjiran hampir sampai dengkul. Saya berharap pemerintah dapat mencarikan solusi mengatasi masalah ini” harapnya.

Eko, Ketua RT. 28 RW.8 Kelurahan Yosorejo mengamini apa yang disampaikan warganya, bukan hanya warganya, warga RT 35 dan 36 Kelurahan Yosorejo juga ikut terdampak banjir bila hujan besar.

Ia menjelaskan, bahwa saluran pembangan air itu adalah batas Kelurahan Yosorejo dan Kelurahan Iringmulyo Metro Timur. Saat ini bukan hanya dari masyarakat sekitar, tapi juga dari jalan Ahmad Yani dan jalan AH Nasution pembuangan airnya juga sudah melalui saluran iersebut.

“Kami berharap pemerintah bisa ikut membantu menyelesaikan masalah ini, jangan nanti setelah banjir lagi baru bertindak. Kita cari win-win solution-lah, yang tidak merugikan warga dan Taman Edukasi juga nyaman menjalankan bisnisnya”, ujar Eko. (D0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top