Kejari Kota Metro Tahan 2 Tersangka Korupsi Proyek Pasar Cendrawasih

WARTABARU.COM-Metro_Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Metro tahan 2 (dua) tersangka tindak pidana korupsi proyek pembangunan pasar Cindrawasih yang merugikan negara berkisar Rp.481 Juta. Keduanya berinisial P yang merupakan Kuasa Pengguna Anggaran dan S Pelaksana Kegiatan (pemborong).

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Kota Metro, Subhan Gunawan membenarkan adanya penahanan pada kasus korupsi di Dinas Perdagangan Kota Metro pada tahun 2018, yaitu pekerjaan Rehabilitasi pasar Cendrawasi.

“Benar, kami melakukan penahanan terhadap kedua orang tersangka di rumah tahanan kota metro selama 20 hari sejak ditetapkannya hari ini. Dimana, pada tahun 2018 lalu saudara P yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perdagangan juga merupakan kuasa pengguna anggaran dan PPK pada kegiatan tersebut,” Ujar Subhan, Jum`at (19/2/2021).

Menurutnya, saat ini masih terus dilakukan penyelidikan guna perkembangan kasus tersebut.

“Kemungkinan adanya tersangka lain, kami lihat dari penyidikan dan apabila sudah dilakukan tahap penuntutan dari hasil persidangan. Tidak menutup kemungkinan kami temukan adanya tersangka lain,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, Hasil perhitungan keuangan negara yang dihitung oleh BPKP Lampung sekitar Rp481juta lebih.

“Kami telah memeriksa saksi sebanyak 25 orang, kronologisnya, ada beberapa item pekerjaan yang tidak dilakukan sesuai dengan spesifikasi dalam kontrak. Kerugian keuangan negara yang dihitung oleh BPKP Lampung sekitar Rp481juta lebih”, jelasnya.

“Pasal yang di sangkakan kepada tersangka yaitu pasal 2 dan pasal 3 undang-undang tindak pidana korupsi yang ancaman maksimal 20 tahun penjara. Tidak ada perlawanan pada saat akan di jemput. Kami lakukan pemanggilan mereka hadir dan juga menerapkan protokol kesehatan, sebelumnya kita lakukan rapid antigen yang hasilnya non reaktif,” tambahnya.

Sementara itu, Okta Vernando bersama 5 Orang Tim Kuasa Hukum Tersangka S  menyampaikan kepada awak media bahwa kliennya hanya merupakan korban.

“Menurut kami Klien kami ini hanya korban, klien kami ini hanyalah sebagai mandor dari pekerjaan itu, sedangkan direktur dari perusahaan tersebut tidak dijadikan tersangka, kami akan kupas semuanya”, jelas Okta. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top