Kembali, Diskominfo Lamteng Pangkas Anggaran Media

WARTABARU.COM-Lampung Tengah_Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lampung Tengah (Lamteng) Kembali melakukan pemangkasan anggaran media. Hal tersebut di lakukan karena Diskominfo mengalami devisit anggaran, sehingga terpaksa anggaran media di kurangi.

Sekertaris Diskominfo, Yudairi Hasan, S.sos.MIP didampingi Kabid III Maskur menjelaskan, saat ini anggaran diskominfo tidak cukup untuk membayar semua tagihan media.

“Terpaksa pembayaran anggaran kerjasama (MoU) awak media di potong satu bulan, maksudnya bulan Desember tidak di bayar”, jelas Maskur, Rabo (16/12/2020)

Ia mengatakan, Diskominfo mengalami defisit di karenakan anggaran banyak di kurangi untuk bantu dana COVID 19. “Secara rincinya saya kurang paham, yang lebih memahami adalah bendahara. Kami harap para awak media maklum”, ujarnya.

“Mengenai MoU yang sudah ada, secara teknisnya saya tidak tahu, karena saya hanya melanjutkan dari Kepala Bidang (Kabid) yang lama, saya baru tiga bulan jadi Kabid, Oktober, November dan Desember ini”, ungkap Maskur.

Terkait pemotongan anggaran MoU media di Lamteng bukan baru kali ini saja, di  tahun 2019 lalu, dana anggaran tersebut sempat di potong 2 bulan.

Menanggapi hal tersebut, sekretaris diskominfo Yudairi Hasan menjelaskan, bahwa dari awal tahun 2020 sudah wanti-wanti kepada Kabid III yang lama, agar tidak terjadi lagi pemangkasan di tahun ini.

“Tapi apa yang terjadi malah terulang lagi, saya juga heran dan bingung kenapa bisa terjadi lagi hal yang sama, yang lebih memahami hal ini adalah bendahara, kebetulan bendahara sedang tidak di tempat’, terang Yudairi.

Regina, dari media online wartabaru.com menyayangkan adanya pemangkasan anggaran, karena MoU tahun 2020 yang sudah ditandatangani, jelas untuk 12 bulan yang harus di bayar oleh Diskominfo.

“Dana tersebut bukan dalam glondongan, itukan sudah di plot , jadi masing-masing media sudah ada nilainya, tapi kenyatannya lain sekali. Jadi untuk apa adanya MoU tersebut di buat”, ujarnya kesal yang di Aminin awak media lainnya.

“Yang jelas begini, kami dari media menolak adanya pemangkasan tersebut, dan kami tidak mau tau bulan Desember tetap harus di bayar,” katanya lagi.

Pada kesempatan lain, ketua LSM Basmi Lamteng, Abdul Razak meminta pihak diskominfo dapat memberikan keterangan resmi terkait adanya pemotongan anggaran tersebut.

“Buatlah keterangan resmi dan transparan kepada rekan- rekan media, agar tidak menjadi kisruh. Dan kepada para media, saya berharap terkait hal ini jangan tinggal diam, perlu di pertanyakan kemana larinya anggaran itu”, ujar Abdul Razak. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top