Kesabaran buah berpuasa

Kesabaran buah berpuasaMasjid Agung Al Azhar memasang spanduk berisi informasi tidak melaksanakan shalat jumat terkait pandemi COVID-19, Sabtu (16/5/2020). ANTARA/Laily Rahmawaty/am.

WARTABARU.COM – Allah mewajibkan kita berpuasa di bulan suci Ramadhan sesuai firmannya dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat 183, "Yaa ayyuhalladziina aamanuu kutiba 'alaikumush shiyaamu kamaa kutiba 'alalladziina min qablikum la'allakum tattaquun".

Artinya, "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa".

Kita berpuasa di bulan suci Ramadhan ini membawa banyak sekali hikmah di antaranya adalah kesabaran. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Dia (Ramadhan) adalah bulan kesabaran, dan kesabaran itu ganjarannya adalah surga".

Saat ini kesabaran kita sedang diuji dengan mewabahnya virus corona yang membawa penyakit COVID-19. Tetapi seorang Muslim sejati pasti akan tetap tegar karena jiwanya sudah diasah dalam ujian berpuasa.

Ujian terbesar kita bukan virus, bukan penyakit, bukan kuman, tetapi ujian terbesar kita adalah setan karena dia dapat membuat kita menderita di dunia dan di akhirat.

Beruntung kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW mendapatkan tuntunan dari beliau. Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya setan itu menggoda atau mengganggu anak-anak Adam melalui saluran darahnya. Maka sempitkanlah saluran tersebut dengan berpuasa".

Seorang yang berpuasa tidak akan gentar dengan cobaan apapun termasuk virus corona yang sedang mewabah. Kita tidak akan gentar karena virus pun hamba Allah dan orang yang berpuasa berada dalam lindungan Allah SWT, karena dia sedang menjalankan perintah-Nya.

Maka itu janganlah kita meninggalkan puasa apabila tidak ada hal-hal yang diperbolehkan oleh agama. Nabi bersabda, "Summu tasihhu". Artinya, "Berpuasalah, maka kalian akan sehat atau terhindar dari berbagai penyakit".

Puasa ini merupakan senjata kuat untuk melawan berbagai penyakit. Namun, bukan berarti kita menjadi sombong sehingga melalaikan ikhtiar atau usaha-usaha yang baik. Seperti kita harus mengikuti anjuran-anjuran pakar/ahli kesehatan dan aturan pemerintah untuk memakai masker, rajin mencuci tangan, dan juga menjaga kebersihan.

Ibadah, belajar, atau aktivitas lainnya seperti shalat Tarawih, bekerja, dan sekolah, semuanya dilakukan di rumah. Hal ini kita lakukan demi menghentikan wabah COVID-19. Semoga wabah ini segera diangkat dari Bumi Pertiwi dan kita dilindungi dari wabah ini.

*) Ustadz Hasyim Sami Alatas adalah seorang dai (penceramah) remaja

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top