Makin Kaya Saat Corona, Jeff Bezos Bisa Jadi Triliuner

Makin Kaya Saat Corona, Jeff Bezos Bisa Jadi TriliunerJeff Bezos, orang terkaya di dunia. (MANDEL NGAN / AFP)

WARTABARU.COM – Pendiri sekaligus CEO Amazon, Jeff Bezos, diprediksi bisa menjadi triliuner pertama di dunia pada 2026. Hal ini merujuk pada kekayaan Bezos yang terus naik sedari April hingga Mei.

Menurut MarketWatch seperti dikutip dari Bloomberg Billionaires Index, kekayaan Bezos telah meningkat dari US$125 miliar pada 12 April menjadi US$143 miliar pada 5 Mei lalu.

Ditambah lagi, saat pandemi virus corona SARS-Cov-2 (Covid-19) omzet Amazon pada kuartal pertama 2020 mencapai US$75 miliar, seperti dikutip New York Post.

Tingginya pendapatan Amazon didorong meningkatnya transaksi jual-beli barang online imbas kebijakan pemerintah yang membuat masyarakat tetap di rumah demi menekan angka pandemi virus.

Saham Amazon di lantai bursa saham pun naik sekitar 29 persen pada tahun ini. Kendati demikian, Indeks S&P 500 (indeks yang disusun berdasarkan nilai saham 500 perusahan dengan kapitalisasi pasar terbesar di bursa saham Amerika Serikat) turun ke angka 12 persen.

Bezos yang memiliki 11 persen saham di Amazon telah menjadi orang terkaya di dunia sejak 2017. Namun, tidak semua orang senang dengan predikat triliuner yang disematkan kepada pria berumur 56 tahun itu.

Melansir USA Today, beberapa netizen di media sosial Twitter mengaitkan kabar Bezos itu dengan pandemi. Sebab saat orang-orang berjuang secara finansial menghadapi pandemi ini, Bezos malah menghasilkan miliaran dolar.

“Jeff Bezos akan menjadi triliuner pertama di dunia, sementara kita akan memasuki masa depresi,” cuit akun @Thomas_A_Moore.

[Gambas:Twitter]

Selama masa pandemi ini, Amazon diketahui memblokir semua pengiriman produk yang tidak mendesak sebagai upaya menekan penyebaran virus corona.

Perusahaan Jeff Bezos tersebut mengumumkan kepada penjual dan vendor bahwa mereka hanya akan menerima pengiriman bahan pokok sehari-hari, pasokan medis, dan produk permintaan tinggi lainnya ke gudang Amazon hingga 5 April mendatang.

Pengumuman yang disampaikan pada Selasa (17/3) itu dibuat untuk menangani tingginya permintaan di tengah memburuknya penyebaran virus corona.

Pembatasan ini artinya penjual yang menggunakan gudang dan jasa pengiriman Amazon tidak dapat mengirimkan produk yang tidak penting. Pembatasan yang sama berlaku untuk vendor yang menjual produknya secara grosir ke Amazon.

Produk-produk prioritas yang dimaksud adalah keperluan bayi, kesehatan dan keperluan rumah tangga, kecantikan dan produk perawatan pribadi, bahan makanan, keperluan industri dan ilmiah, makanan binatang peliharaan. (din/fea)