Federasi Atletik Dunia tegaskan bantuan keuangan hanya buat atlet bebas doping

Federasi Atletik Dunia tegaskan bantuan keuangan hanya buat atlet bebas dopingFoto ilustrasi: Atlet asal Jamaika Shelly-Ann Fraser-Pryce mencapai garis akhir dan memenangkan medali emas untuk babak final kategori 100 meter putri dalam Kejuaraan Dunia Atletik 2019 di Khalifa International Stadium, Doha, Qatar, Minggu (29/9/2019). (REUTERS/Ibrahem Alomari)

WARTABARU.COM – Federasi Atletik Dunia (World Athletics) menyatakan hanya atlet-atlet profesional yang berkaitan dengan Olimpiade dan memiliki catatan bersih dari doping yang berhak mendapatkan bantuan keuangan di tengah pandemi COVID-19.

Lebih lanjut, Atletik Dunia mengatakan para atlet memiliki tenggat waktu hingga 31 Mei 2020 untuk mendaftarkan diri sebagai penerima bantuan keuangan yang bernilai total mencapai 500.000 dolar AS itu, demikian dilaporkan Reuters yang dikutip di Jakarta, Jumat.

Dana tersebut berasal dari World Athletics serta International Athletics Foundation (IAF) dan ditujukan bagi atlet-atlet yang mengalami kesulitan keuangan akibat pandemi virus corona.

Sebanyak 4,39 juta orang saat ini tercatat sudah terinfeksi virus corona dan 296.000 di antaranya meninggal dunia. Penyebaran virus itu juga berdampak terhadap pelaksanaan beberapa ajang olahraga atletik, salah satunya yakni Olimpiade Tokyo yang ditunda hingga tahun depan.

“IAF sudah mengalokasikan sejumlah dana untuk membantu para atlet. Kami berharap jumlah dana bantuan itu bisa terus bertambah dari donasi-donasi lainnya,” kata Ketua Atletik Dunia Sebastian Coe.

“Bantuan itu kami fokuskan untuk atlet-atlet yang sekiranya akan berkompetisi di Olimpiade Tokyo tahun depan, namun kini mereka harus berjuang terlebih dahulu untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya di masa pandemi COVID-19,” sambung Coe.

Menurut dia, para atlet yang sudah terkualifikasi untuk mengikuti Olimpiade Tokyo dan terbukti tidak menggunakan doping berhak menerima bantuan keuangan tersebut.

“Kami sadar saat ini banyak atlet yang hidupnya tertekan akibat pandemi COVID-19. Kami ingin memberikan bantuan yang berarti, supaya mereka bisa terus berlatih untuk menghadapi sejumlah turnamen yang sudah dijadwalkan mulai Agustus sampai Oktober 2020 serta Olimpiade Tokyo tahun depan,” ungkap Coe.

Sementara itu, dia menuturkan atlet-atlet yang tidak berhak menerima bantuan tersebut, di antaranya atlet yang berada di peringkat enam teratas dunia, atlet yang menduduki peringkat enam teratas pada lomba-lomba Gold Label 2019 dan atlet yang memperoleh hadiah uang lebih dari 6.000 dolar AS dari Diamond League tahun lalu.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top