Servis Mobil di Rumah Meningkat Kala Corona

Servis Mobil di Rumah Meningkat Kala CoronaShowroom mobil Mitsubishi. (Foto: CNN Indonesia/Febri Ardani)

WARTABARU.COM – Bisnis after sales service (layanan purna jual) Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) terpukul pandemi Corona. Hal ini terkait larangan mudik Lebaran 2020.

Larangan mudik diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 25 Tahun 2020 Tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019. Larangan ini berlaku sejak 24 April hingga 31 Mei 2020.

Head of After Sales Marketing & Development Department Mitsubishi MMKSI Ronald Reagan mengatakan ada penurunan 30 persen jumlah kunjungan ke bengkel jika dibandingkan musim mudik tahun lalu.


“Tiap hari kami amati. Jumlah traffic yang datang ke bengkel jika dibandingkan tahun lalu, jumlah kendaraan yang datang ke bengkel melakukan servis ke bengkel itu turun 30 persen,” kata Ronald dalam wawancara online, Senin (11/5).

Ia mengatakan seharusnya bengkel Mitsubishi mengalami ‘panen’ jelang lebaran. Masyarakat berbondong-bondong servis sebelum melakukan perjalanan jarak jauh.

“Tahun lalu, tiga minggu sebelum Lebaran itu traffic ke bengkel cukup tinggi, tahun ini memang menurun signifikan dibandingkan tahun lalu,” kata Ronald.

Di samping itu Ronald menjelaskan ada peningkatan jumlah servis kendaraan di rumah konsumen atau menggunakan jasa home service.

Home service meningkat 18-20 persen dibandingkan masa normal, ini membuktikan konsumen masih membutuhkan layanan after sales saat PSBB,” kata dia.

Sebagai informasi tidak semua dealer Mitsubishi beroperasi di daerah imbas penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Di Jabodetabek yang beroperasi 52 dealer, Jateng, Jatim, dan Bali sembilan dealer, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan IBT sebanyak 15 dealer.

Home service paling besar memang di daerah PSBB. Dan layanan ini hanya berlaku buat servis berkala atau ringan, lebih dari itu pengerjaan di bengkel karena ketersediaan alat. Maka buat perbaikan misal recall tidak bisa melalui layanan ini,” tutup Ronald. (ryh/mik)