Makanan khas Indonesia masih jadi menu favorit Evan Dimas untuk berbuka

Makanan khas Indonesia masih jadi menu favorit Evan Dimas untuk berbukaPesepak bola timnas Indonesia Evan Dimas melakukan selebrasi seusai mencetak gol ke gawang Vanuatu pada pertandingan persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (15/6/2019). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras.

WARTABARU.COM – Gelandang Persija Jakarta Evan Dimas mengungkapkan makanan khas Indonesia masih menjadi menu favoritnya untuk berbuka puasa di Ramadhan kali ini yang terasa lebih spesial.

Pasalnya, Ramadhan tahun ini ia telah berstatus menjadi seorang suami setelah menikahi, Dewi Zahra, pada Februari lalu.

Meski sudah menikah, pemain bernomor punggung enam itu mengaku tetap memiliki kebiasaan yang sama saat Ramadhan, termasuk soal menu makanan.

"Menu favorit sayur bayam dengan sambal mangga. Saya juga sangat suka ikan tongkol dan tahu tempe. Menu asli Indonesia," ujar Evan dilansir laman resmi Persija di Jakarta, Senin.

Menu makanan pilihan Evan bisa dibilang cukup sehat sebab bayam dikenal memiliki vitamin A, C dan kuertesin.

Ikan tongkol juga memiliki banyak manfaat, di antaranya kaya vitamin, mineral dan protein serta membantu menjaga kadar elektrolit dalam tubuh.

Pada Ramadhan tahun ini, pemain timnas Indonesia itu kini tengah berada di kampung halamannya di Surabaya sehubungan dengan ditangguhkannya Liga 1 Indonesia 2020 akibat pandemi virus corona.

Meski begitu, pemain berusia 25 tahun itu masih tetap rutin menjalani latihan mandiri di rumah dengan dibekali program dari sang pelatih.

Evan Dimas tercatat sudah mengemas dua gol sepanjang berlaga dua kali bersama tim Macan Kemayoran di Liga 1 2020.

Ia tampil gemilang kala Persija Jakarta mengalahkan Borneo FC 3-2 di laga pertama Liga 1 2020 pada 1 Maret di Stadion Gelora Bung Karno. Kemudian ia juga berperan serta saat mengimbangi tuan rumah Bhayangkara FC 2-2 pada pekan ketiga di Stadion PTIK, 14 Maret lalu.

Namun pemain anyar Persija itu belum mampu menunjukkan kembali taringnya secara penuh sebab laga pekan kedua menghadapi Persebaya Surabaya justru harus tertunda karena pandemi virus corona.

Big match melawan Persebaya Surabaya ditunda karena saat itu, pandemi virus corona baru masuk Jakarta. Sedangkan untuk laga melawan Bhayangkara FC digelar tanpa penonton.

Hingga kini, belum ada kejelasan kapan kompetisi Liga 1 2020 kembali bergulir. PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) masih menunggu kondisi serta status COVID-19 dari pemerintah.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top