Kendaraan Akan Disemprot Sekaligus Dengan Penumpangnya Di 4 Pintu Masuk Kota Metro

WARTABARU.COM – Metro_Tambahan libur kerja dan sekolah 14 hari kedepan, Kota Metro siapkan Pos Pemantauan dan Bilik Disinspektan di empat pintu masuk Kota Metro, kendaraan akan disterilkan dengan disemprot sekalian dengan penumpangnya.

Hal itu disampaikan Kepala BAPPEDA Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo, saat hearing dengan Anggota Komisi II DPRD Kota Mero, yang di pimpin langsung Ketua DPRD Kota Metro, Tondi Nasution, Senin, (30/3/2020).

Pada hearing tersebut Bangkit menjelaskan, masa libur kerja 14 kemarin, Pemkot bekerja sama dengan Polres, Kodim 0411, Dinas-dinas terkait sampai dengan Kelurahan, yaitu sosialisasi penjegahan penularan virus covid-19, menutup tempat-tempat keramaian dan pariwisata, dan mendatangi juga mendata warga yang baru pulang dari luar daerah.

“Perpanjangan 14 hari kedepan, yang di mulai pada tanggal 1 April, Pemkot Metro akan menyiapkan pos pemantauan dan bilik disenpektan di empat pintu masuk Kota Metro. Kendaraan akan disterilkan dengan disemprot sekalian dengan penumpangnya” ujar Bangkit.

Terkait darimana anggaran Rp.27.23 miliar tersebut dan kegunaannya, Bangkit Haryo Utomo menjelaskan, bahwa anggaran tersebut adalah anggaran refocusing atau penataan ulang anggaran kegiatan, seperti Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diarahan Kementrian Keuangan RI.

“Kalo kegunaannya, saat ini kita masih hitung untuk 14 hari kedepan, seperti Dinas Kesehatan, RSU, BPBD, Kominfo, Dinas Pertanian dan instansi terkait lainnya, dan hasilnya akan kita laporkan ke DPRD”, jelas Bangkit.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Metro, Tondi Nasution mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Pemkot Metro. Terkait anggaran 27,23 miliar, Tondi menjelaskan bahwa anggaran tersebut persiapan sampai bulan Mei.

“Sesuai arahan dari Pusat, jadi kita mempersiapkan anggaran tersebut untuk sampai bulan Mei. Tapi saat ini kita menunggu mereka menghitung berapa kegunaannya atau kebutuhannya dari Dinas-dinas terkait yang di peruntukan 14 hari kedepan ini”, ujar Tondi.

“Kita juga minta agar mereka mempersiapkan anggaran untuk warga metro yang kemungkinan nanti terkena PDP. Tapi Alhamdulillah, sampai saat ini warga Metro belum ada yang berstatus PDP”, akunya.

Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di RSU A Yani, Tondi menjelaskan bahwa dua orang tersebut adalah warga Lampung Timur.

“Dua pasien tersebut selama perawatan atau isolasi menghabiskan biaya kurang lebih Rp.120 juta, dan rencanya biaya tersebut akan dibayarkan oleh Kabupaten bersangkutan”, jelas Tondi. (D0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top