Bakrie: Lebih Baik Impor Bus Listrik daripada Rakit Lokal

Bakrie: Lebih Baik Impor Bus Listrik daripada Rakit LokalIlustrasi bus listrik Transjakarta. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)

WARTABARU.COM – Transportasi Jakarta (Transjakarta) terus menggodok mengenai rencana penggunaan sarana transportasi bus listrik. Salah satu pendukungnya adalah Bakrie Autoparts yang punya strategi impor bus listrik merek BYD dari China dalam bentuk utuh atau completely build up (CBU).

Manager Sales & Product Management EV Division Bakrie Autoparts Adhitya Kuntoaji menilai mengimpor bus listrik lebih menguntungkan daripada membangun fasilitas perakitan di Indonesia setelah pihaknya mengamati aturan kendaraan listrik.

Adhitya merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai dan Peraturan Pemerintah (PM) Nomor 73 Tahun 2019 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai PPnBM.

Artinya Bakrie Autoparts lebih memilih impor utuh bus listrik ketimbang menggandeng perusahaan karoseri untuk pengerjaan bodi, sementara teknologi listrik tetap didatangkan dari China.

“Karena kalau perakitan lokal belum sampai menarik insentifnya. Mobil utuh lebih murah daripada kami datangkan sebagian,” kata pria karib disapa Aji di Jakarta Selatan, Rabu (12/2).

Aji memberi contoh dengan mendatangkan bus utuh perusahaannya hanya dikenakan tarif bea masuk lima persen. Sedangkan saat mendatangkan bus dengan skema CBU sebagian, tarif bea masuk yang dikenakan sebesar 40 persen.

Ongkos itu belum biaya produksi dalam pembuatan karoseri yang perusahaan lokal. Dengan skema impor utuh, dijelaskan Aji bus listrik BYD ukuran 12 meter dapat dipasarkan Rp5,2 miliar di Indonesia.

“Bila diimpor CBU utuh hanya kena bea masuk 5 persen dengan fasilitas atau insentif. Bila diimpor CBU sebagian atau sasisnya tidak mendapat fasilitas itu. Sehingga bea masuk tetap 40 persen. Selisihnya 35 persen,” ungkapnya.

Ia melanjutkan pihaknya kini masih mempersiapkan produk bus listrik BYD untuk memenuhi permintaan Transjakarta dan sejumlah perusahaan lain berdomisili di luar Jakarta.

“Kami belum jualan tapi sudah ada order sekarang di Jakarta dan luar Jakarta,” ucap Aji.

[Gambas:Youtube]

Bakrie dan Bus Listrik Moeldoko Pasok Transjakarta

Bakrie Autoparts siap bertarung dengan perusahaan Mobil Anak Bangsa (MAB) dalam pengadaan armada bus listrik untuk sarana transportasi Badan Usaha Milik Daerah, Transportasi Jakarta (Transjakarta).

Mobil Anak Bangsa (MAB) adalah perusahaan bus listrik besutan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

“Dari sisi mereka punya produk yang bisa diunggulkan dari kami juga bisa,” ucap Aji meyakini.

MAB diketahui menjadi produsen lokal pertama yang meniagakan bus listrik di Indonesia. Didirikan Moeldoko, perusahaan itu disebut memiliki fasilitas produksi meski sejumlah komponen utamanya masih didatangkan langsung dari China.

Hadir sejak 2018, bus MAB dibanjiri peminat di antara Transjakarta.

“Mereka punya branding rakitan lokal sementara kami masih build-up tapi secara teknologi kamu punya sertifikasi yang lebih lengkap mungkin di sisi lain mereka belum sampai sejauh itu,” ungkapnya.

“Ya karena mereka dirakit di sini mereka diuji lagi secara lengkap. Tapi seperti dibilang ada 128 pengujian (di Indonesia) yang dilakukan BYD saya tidak tahu apa MAB sudah melakukan pengujian saya tidak tahu,” tutup Aji.

Demikian berita ini dikutip dari CNNINDONESIA.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top