Pesawat Antariksa NASA-ESA Terbang Ambil Foto Matahari

Pesawat Antariksa NASA-ESA Terbang Ambil Foto MatahariIlustrasi foto matahari. (NASA)

WARTABARU.COM – NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA) telah meluncurkan sebuah pesawat ruang angkasa baru yang akan memberikan pandangan yang belum pernah diketahui sebelumnya tentang Matahari pada Minggu (10/2). Pesawat ruang angkasa itu terbang untuk mengambil foto matahari yang belum pernah diabadikan.

”Kita sedang menuju matahari. Ayo Solar Orbiter! Ini momen yang fantastis,” ujar manajer proyek untuk Badan Antariksa Eropa, Cesar Garcia Marirrodriga melansir Independent.

Solar Orbiter tidak akan menjadi pesawat ruang angkasa terdekat yang melakukan perjalanan ke Matahari. Tapi pesawat itu akan melihat matahari dari perspektif baru, yakni melihat ke bawah dan ke kutubnya, dan berpotensi memberi wawasan tentang area matahari yang bisa terlihat sangat berbeda.

Solar Orbiter bergabung dengan Parker Solar Probe NASA yang berangkat pada 2018 pada misi untuk ‘menyentuh matahari’ dan telah lebih dekat ke permukaannya daripada sebelumnya.

Menurut Direktur sains Badan Antariksa Eropa, Gunther Hasinger dua pesawat luar angkasa yang menatap matahari ini akan menjadi seperti orkestra bersama dengan observatorium darat yang hebat.

”Setiap instrumen memainkan nada yang berbeda, tetapi bersama-sama mereka memainkan simfoni matahari,” kata Hasinger.
Solar Orbiter dibuat di Eropa, bersama dengan sembilan instrumen sains. NASA menyediakan instrumen ke-10 dan mengatur peluncuran dari Cape Canaveral.

Solar Orbiter, pesawat ruang angkasa 4 ribu pound (1.800 kilogram) berbentuk kotak dengan boom instrumen dan antena tipis. Pesawat itu diperkirakan akan melintasi Venus sebelum melewati Bumi. Operasi sains penuh akan dimulai pada akhir 2021 dengan pertemuan dekat matahari pertama pada 2022.

Pada pendekatan terdekatnya, Solar Orbiter akan datang dalam jarak 26 juta mil (42 juta kilometer) dari matahari, jauh di dalam orbit Merkurius.\

[Gambas:Video CNN]

Sedangkan Parker Solar Probe telah berlalu dalam jarak 11,6 juta mil (18,6 juta kilometer) dari matahari, rekor sepanjang masa dan memotret untuk celah tipis 4 juta mil (6 juta kilometer) pada tahun 2025.

Lebih lanjut, Solar Orbiter akan mengambil gambar seluruh bentuk matahari secara 3D dari jarak 150 juta kilometer dari Bumi. “Dengan Solar Observatory memandang langsung ke kutub, kita akan dapat melihat struktur lubang koronal yang sangat besar ini,” kata Nicola Fox, direktur divisi heliofisika NASA.

Untuk melindungi instrumen sensitif dari panas terik matahari, para insinyur merancang pelindung panas dengan lapisan hitam luar yang terbuat dari arang tulang yang terbakar, mirip dengan apa yang digunakan dalam lukisan gua prasejarah.

Pelindung panas memiliki ukuran 3×2,4 meter dengan tebal 38 sentimeter dan terbuat dari titanium foil dengan celah di antaranya untuk melepaskan panas, dapat menahan suhu hingga hingga hampir 1.000 derajat Fahrenheit (530 derajat Celsius).

Selain itu, terdapat lima lubang dengan berbagai ukuran yang akan tetap terbuka cukup lama bagi instrumen sains untuk melakukan pengukuran dalam sinar-X, ultraviolet, hingga panjang gelombang lainnya.

Lebih dari itu, temuan ini diklaim akan membantu para ilmuwan memprediksi cuaca ruang angkasa dengan lebih baik, yang dapat mengganggu komunikasi.


”Kita perlu tahu bagaimana matahari mempengaruhi lingkungan lokal di sini di Bumi dan juga Mars dan bulan ketika kita pindah ke sana,” kata Ian Walters, manajer proyek Airbus Defense and Space, yang merancang dan membangun pesawat ruang angkasa.

Demikian berita ini dikutip dari CNNINDONESIA.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top