Pasien Demam Virus dan DBD Membludak di RSU A.Yani

WARTABARU.COM-Metro_Rumah Sakit Umum (RSU) A. Yani Kota Metro mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) dengan membludaknya pasien Demam Virus dan DBD. Selain menambah ruangan baru, Managemen RSU A Yani juga meminta tambahan 16 perawat ke Dinas Kesehatan.

Hal itu disampaikan  Wakil Direktur Bidang Pelayanan dr. Fitri Agustina, saat menerima kunjungan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro, Senin (08/02/2020).

”Kita sudah menambah ruangan baru, namanya RPGD dengan kapasitas 25 tempat tidur, di IGD juga kita tambah 35 tempat tidur, kita juga titipkan pasien ini di ruangan bedah atas dan bawah, ruangan syaraf, juga ruangan bersalin,” jelas Fitri Agustina.

Managemen rumah sakit juga menerapkan sistem shift bagi perawat yang berjaga, hingga memberikan upah lembur, makan siang hingga vitamin bagi perawat. Selain itu, pihak RSUD A Yani juga telah meminta Dinkes agar mengirimkan tambahan perawat untuk membantu.

”Kita minta 16 perawat ke Dinas Kesehatan, semoga bisa meringankan. Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan rumah sakit di Kota Metro agar persoalan ini bisa segera teratasi dan agar tidak terulang kembali, sesuai masukan dari Komisi II tadi. Sehingga tidak ada lagi pasien yang terpaksa tidak mendapat pelayanan seperti ini, karena memang sudah tidak ada ruangan dan brankar lagi,” ungkapnyaya.

Fitri Agustina menjelaskan, secara keseluruhan terjadi peningkatan kunjungan dua kali lipat pada Januari, yaitu 3.554, dimana jumlah kasus DBD positif sebanyak 24 pasien. ”Semoga tidak ada korban jiwa akibat DBD lagi,” harapnya.

Kesempatan yang sama, Kabis Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Metro A. Eko menyebut, sangat diperlukan sinergitas dalam penanganan DBD. Baik rumah sakit pemerintah, swasta, klinik, puskesmas, serta organisasi profesi seperti IDI, IBI, dan BPNI.

”Tidak bisa hanya pemerintah saja yang bergerak, semuanya harus bersinergi. Dan bicara soal KLB, yang menentukan KLB itu Dinas Kesehatan tepatnya itu P2. Kalau kita lihat, jumlah kasus Februari itu 130 orang diduga DBD dan 72 orang positif DBD. Di rumah sakit kita memang ada over load, tetapi bukan out break, mungkin itu kiriman dari luar daerah. Tetapi intinya sinergitas, dan kedepan sinergitas ini akan kami bangun dengan seluruh fasilitas kesehatan di Kota Metro,” ungkapnya.

Terkait sosialisasi, pekan ini Dinkes akan menggelar Gerakan Masyarakat Sehat (Germas). Kesempatan tersebut akan digunakan Dinkes untuk kembali mengaktifkan seluruh lini seperti Pokjanal dan kader Posyandu untuk bergerak.

”Kita saa ini punya dua Puskesmas Rawat Inap, di Banjarsari dan Bantul. Dan tahun ini dua puskesmas rawat inap ini bisa diusulkan menjadi rumah sakit tipe d. Itupun tergantung apakah usulan tersebut disetujui atau tidak oleh pemerintah pusat. Dan untuk penambahan puskesmas rawat inap, nanti akan kita evaluasi dulu, apakah di luar kejadian ini masyarakat benar-benar membutuhkannya,” tutupnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top