Youtube Diprotes Soal Video yang Menyangkal Perubahan Iklim

Youtube Diprotes Soal Video yang Menyangkal Perubahan IklimIlustrasi (CNN Indonesia/Jonathan Patrick)

WARTABARU.COM – Youtube dituduh ikut aktif menyebarkan konten video yang menyangkal soal terjadinya perubahan iklim. Tuduhan ini dilayangkan oleh salah satu organisasi yang bergerak pada sektor lingkungan, Avaaz.

Avaaz melakukan pemeriksaan terhadap 5.537 video terkait perubahan iklim, pemanasan global, atau mencari soal teori konspirasi soal manipulasi iklim.

Hasil pencarian kata kunci ini menampilkan video terkait informasi yang salah muncul saran video selanjutnya di Youtube. Video-video itu telah disaksikan oleh 21,1 juta pengguna.

Kelompok aktivis itu menemukan iklan dari 108 merek tampil pada video yang menyampaikan soal disinformasi terkait penyangkalan perubahan iklim ini. Merek besar seperti Samsung, Uber, Nintendo, Showtime, Harley Davidson, dan Warner Bros adalah salah satunya.

Selain itu iklan dari penggiat lingkungan seperti World Wildlife Fund dan Greenpeace juga tampil pada video misinformasi tersebut. Meski demikian, Samsung dan 10 pengiklan lain menyebut tak mengetahui kalau iklan mereka tampil di video tersebut.

Hal ini dianggap bertentangan dengan kebijakan Youtube yang membatasi peredaran konten berbahaya dan teori konspirasi di platformnya.[Gambas:Video CNN]”Kami menemukan setidaknya satu dari lima pengguna yang mencari video terkait pemanasan global atau perubahan iklim bakal disajikan informasi yang salah,” kata Ketua Organisasi Avaaz, Fadi Quran dikutip Time.

“Para ilmuwan bekerja sangat keras untuk mendidik banyak orang tentang ancaman pemanasan global tetapi Youtube malah menyajikan konten yang negatif terkait masalah ini,” lanjutnya.

Ribuan video tersebut didominasi konten yang menolak perubahan iklim sedang terjadi dan mengklaim bahwa aktivitas manusia bukanlah penyebab perubahan iklim.

“Youtube tidak transparan dan sejauh ini penelitian kami menunjukkan bahwa video penolakan iklim masih aktif direkomendasikan, mungkin sistem algoritma mereka tidak berfungsi sebagai mestinya,” ucap Quran.

Jurnalis The Verge pun mencoba untuk mengkonfirmasi kabar itu ke pihak Youtube, perusahaan malah mempertanyakan metodologi yang dilakukan oleh Avaaz dan menyimpulkan bahwa pihaknya menyebarkan informasi palsu soal perubahan iklim.

Kendati begitu, Juru Bicara Youtube mengatakan perusahaan telah menambahkan kolom informasi yang berisi penjelasan terkait perubahan iklim.

“Saat ini kami telah menambahkan kolom informasi yang disematkan di video yang dianggap memberikan informasi salah terkait perubahan iklim,” kata dia.

Demikian berita ini dikutip dari CNNINDONESIA.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top