Tanggul-tanggul sungai yang jebol di Jateng ditutup BPBD

Tanggul-tanggul sungai yang jebol di Jateng ditutup BPBDJajaran BPBD Jateng bersama TNI/Polri dan pihak terkait menutup tanggul-tanggul sungai yang jebol di Dukuhseti, Kabupaten Pati. (FOTO ANTARA/HO-BPBD Jateng)

WARTABARU.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Jawa Tengah melakukan penanganan darurat dengan menutup tanggul-tanggul sungai yang jebol guna mengurangi risiko bencana alam banjir di sejumlah daerah.

"Tindakan kami selain mengevakuasi terhadap masyarakat yang menjadi korban banjir, kami juga langsung berupaya menutup tanggul-tanggul yang jebol," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah Sudaryanto di Semarang, Jumat.

Penutupan tanggul sungai yang jebol dengan mengerahkan alat berat itu dilakukan jajaran BPBD bersama masyarakat dan pihak terkait di tanggul Sungai Tuntang di Kabupaten Demak, serta tanggul sungai di Kabupaten Pati.

Sebanyak 1.600 warga Kabupaten Demak terpaksa mengungsi akibat banjir yang terjadi pada Kamis (9/1), sedangkan banjir di Kabupaten Pati hanya berlangsung sebentar dan saat ini air sudah mulai surut.

"Bersama TNI/Polri, sukarelawan dan masyarakat juga langsung bergotong royong menutup tanggul-tanggul yang jebol itu dengan karung plastik berisi pasir. Mudah-mudahan hari ini selesai agar banjir tidak semakin parah," katanya.

Menurut dia, pembuatan tanggul sementara itu sebagai tindakan darurat bencana dan nantinya perbaikan tanggul secara permanen tetap akan dilakukan sambil menunggu ketersediaan anggaran.

"Sambil menunggu anggaran perbaikan tanggul permanen, tanggul-tanggul sementara itu diharapkan mampu menahan limpasan air dari sungai," katanya.

Sudaryanto mengimbau masyarakat tetap waspada selama musim hujan, apalagi prakiraan cuaca dari BMKG menyebutkan bahwa cuaca ekstrem masih akan melanda beberapa wilayah di Jateng.

"Sesuai prakiraan cuaca BMKG, hari ini hujan deras akan mengguyur bagian tengah Jateng, diantaranya di Banyumas, Temanggung dan sekitarnya. Kita berdoa semoga tidak terjadi bencana," katanya.

Ia juga meminta masyarakat untuk mematuhi peringatan dari sukarelawan dan saat terjadi bencana, segera menyelamatkan diri dan membawa surat-surat berharga seperti ijazah, sertifikat dan barang lain yang bisa dibawa ke tempat aman.

"Apabila terpaksa harus mengungsi, masyarakat diimbau tidak menolaknya," demikian Sudaryanto.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top