Humaniora kemarin, gempa di Aceh hingga Jokowi kunjungi korban longsor

Humaniora kemarin, gempa di Aceh hingga Jokowi kunjungi korban longsorPresiden Joko Widodo di Kampung Parakan Santri, Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebak Gedong, Banten pada Selasa (7/1/2020). ANTARA/Nabila Charisty/aa.

WARTABARU.COM – Terdapat sejumlah kejadian dan informasi terbaru di bidang humaniora pada Selasa (7/1), yang beritanya masih layak disimak pada pagi ini, mulai dari gempa magnitudo 6,1 yang mengguncang Simeuleu Aceh, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kunjungi korban banjir bandang, dan hal-hal seputar pencegahan banjir dan longsor.

Berikut sejumlah berita-berita humaniora kemarin yang menarik untuk dibaca lagi:

Gempa magnitudo 6,1 guncang Kota Sinabang Simeuleu

Gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Kota Sinabang Kabupaten Simeulue Aceh pada Selasa (7/1) pukul 13.08 WIB. Kekuatan gempa tersebut telah dimutakhirkan oleh BMKG yang sebelumnya diinformasikan berkekuatan magnitudo 6,4. Gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menghunjam di bawah Lempeng Eurasia di Barat Sumatera. Gempa tersebut mengakibatkan rumah-rumah hingga kantor bupati rusak.

Presiden Jokowi kunjungi korban banjir bandang dan longsor

Presiden Joko Widodo mengunjungi korban banjir bandang dan longsor yang terjadi di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Bogor pada Selasa (7/1). Presiden Jokowi bahkan harus kehujanan dengan menggunakan jas hujan plastik untuk meninjau dan menyerahkan bantuan pada korban banjir di Sukajaya Bogor. Hingga saat ini tim evakuasi telah berhasil membuka akses jalan yang sebelumnya tertimbun longsoran tanah dengan ketebalan hingga tiga meter.

Pemerintah upayakan pencegahan banjir dan longsor

Pemerintah melalui koordinasi lintas kementerian-lembaga terus berupaya melakukan pencegahan kembali terjadinya banjir dan longsor. Untuk pencegahan banjir, pemerintah telah meminta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk terus melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) yang bisa menurunkan intensitas hujan hingga 40 persen. Sementara untuk pencegahan longsor pemerintah juga menyiapkan tanaman vertiver yang mampu menjaga kestabilan tanah. Peneliti LIPI menyebut tanaman vertiver atau biasa dikenal sebagai akar wangi mampu menahan gempuran aliran hujan deras.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top