Pemprov Banten bahas penanganan usai bencana dengan Pusat

Pemprov Banten bahas penanganan usai bencana dengan PusatMasyarakat Kecamatan Cipanas,Kabupaten Lebak, Banten melaksanakan gotong royong membangun jembatan darurat agar masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor tidak terisolir (ANTARA)

WARTABARU.COM – Gubernur Banten Wahidin Halim menyatakan penanganan usai kejadian bencana bagi para korban banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Banten akan dibahas pada rapat bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan instansi terkait lainnya pada Selasa (7/1).

"Evaluasi tadi, kita akan rapat dengan Kementerian Koordinator PMK. Untuk hunian tetap, itu dari pusat. Nanti bagaimananya, Pak Wakil akan mewakili Gubernur rapat dengan pemerintah pusat. Nanti didiskusikan lagi setelah rapat di Menko Perekonomian besok," kata Gubernur Banten Wahidin Halim usai memimpin rapat evaluasi penanganan bencana banjir dan longsor di Provinsi Banten di Serang, Senin.

Gubernur Banten menjelaskan, pemprov sudah melakukan langkah-langkah yakni tindak lanjut karena berdasarkan keterangan Bupati Lebak, bahwa sewa rumah sementara sebelum dibangun rumah yang baru menjadi tanggung jawab pemerintah. Selanjutnya akan dibangun rumah dan diberikan ganti rugi kepada rumah yang rusak ringan, sedang dan berat.

"Untuk ganti rugi rumah warga, kita akan sesuaikan dengan pemerintah pusat, dia mampu berapa nanti kita combine," kata Wahidin.

Selain itu, kata dia, Pemprov Banten telah membangun posko-posko dan saat ini sedang mempersiapkan untuk pembangunan jembatan yang rusak dan hancur dengan total kebutuhan anggaran sebesar Rp19 miliar.

"Kami cari dana belanja dari PU, kemungkinannya apakah harus kita geser atau tidak, terus juga dari biaya dana tak terduga. Itu bisa digunakan," katanya.

Selain jembatan, kata Wahidin, juga akan diperbaiki jalan-jalan yang terdampak longsor dan mengalami kerusakan dan keretakan cukup parah.

"Kalau ditotal semua dengan jalan itu kami hitung anggaran yang dibutuhkan Rp90 miliar. Tapi saya prioritaskan untuk bangun jembatan dulu, karena itu kan terputus. Kalau jalan kan bisa tambal sulam dulu," kata Wahidin Halim.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top