Carlos Ghosn Bakal Buka Suara soal Dirinya Berada di Libanon

Carlos Ghosn Bakal Buka Suara soal Dirinya Berada di Libanon

WARTABARU.COM – Mantan bos Nissan Carlos Ghosn bakal memberi pernyataan resmi terkait dirinya berada di Libanon pada Rabu (8/1). Ghosn dilaporkan berada di Beirut, Libanon, pada Minggu (29/12) setelah dilaporkan ‘melarikan diri’ dari Jepang menggunakan pesawat pribadi.

“Konferensi pers akan diadakan di Beirut pada 8 Januari pukul 15.00 waktu,” kata juru bicara Ghosn mengutip AFP pada Senin (6/1).

Keberadaan Ghosn di Libanon mengundang banyak pertanyaan termasuk dari pengacaranya yaitu Takashi Takano. Ghosn sendiri dikabarkan dapat masa bebas dengan jaminan dari pengadilan Jepang.

Sembari menunggu sidang pada pertengahan 2020 atas kasus tuduhan keuangan saat masih menjabat di perusahaan Nissan, Ghosn diharapkan berada di Jepang.

Ghosn diduga melakukan serangkaian praktek ilegal keuangan, meski Ia bersikukuh menganggap dirinya tak bersalah. Ia juga menolak segala tuduhan itu.

Penangkapan Ghosn pertama kali dilakukan pada November 2018, selanjutnya ia ditahan 100 hari. Kemudian Ia bebas bersyarat, sebelum kembali ditangkap pada April 2019 karena kasus keuangan berbeda.

Bolak-balik Ghosn ke balik jeruji berdasarkan aturan hukum di Jepang yang memungkinkan seseorang ditahan terus-menerus bila ada tuduhan berbeda. Pada akhir April Ghosn dibebaskan lagi dengan jaminan, tapi syaratnya tetap harus berada di Jepang.

Ghosn pernah membuat pernyataan bila dia meninggalkan Jepang karena tidak lagi mau ‘disandera oleh sistem peradilan Jepang yang curang.’

Pemerintah Jepang menyebut bila tindakan yang diambil Ghosn tidak bisa dibenarkan sama sekali.

“Pelarian seorang tertuduh dengan jaminan tidak dapat dibenarkan,” kata menteri kehakiman Jepang Masako Mori dalam sebuah pernyataan, pada Minggu (5/1).

Diberitakan sebelumnya bahwa Kepolisian internasional, Interpol (International Criminal Police Organization), telah resmi mengeluarkan ‘red notice’ untuk Carlos Ghosn yang melarikan diri dari Jepang.

Menteri Kehakiman Libanon Albert Serhan menjelaskan kepada Associated Press bahwa negaranya bakal ‘melakukan tugasnya’ atas peringatan Interpol. Namun dia menjelaskan Ghosn masuk ke Libanon menggunakan paspor legal dan ada kemungkinan tidak akan menyerahkannya ke Jepang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top