Pemkab Lebak tetapkan status tanggap darurat bencana banjir

Pemkab Lebak tetapkan status tanggap darurat bencana banjirSejumlah warga melihat kondisi jembatan yang rusak diterjang banjir bandang di Desa Sajira, Lebak, Banten, Rabu (1/1/2020). BPBD Kabupaten Lebak mencatat 12 desa di tiga kecamatan di Lebak terdampak banjir bandang yang disebabkan meluapnya sungai Ciberang yang mengakibatkan sejumlah jembatan dan rumah rusak diterjang banjir. ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas

WARTABARU.COM – Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten menetapkan status tanggap darurat bencana banjir yang melanda empat kecamatan akibat luapan Sungai Ciberang setelah dilanda hujan deras sejak Selasa (31/12) hingga Rabu pagi.

"Penetapan status tanggap darurat itu hingga dua pekan ke depan," kata Sekertaris Daerah Pemerintah Kabupaten Lebak Dede Jaelani saat meninjau penyaluran bantuan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Rabu.

Pemerintah Kabupaten Lebak penetapan status tanggap darurat itu untuk mengutamakan penyelamatan terlebih dahulu pasca-bencana agar tidak menimbulkan korban jiwa.

Penyelamatan itu, kata dia, antara lain penyaluran logistik, seperti makanan siap saji, beras, minyak, lauk pauk, air kemasan, mie instan,susu bayi dan obat-obatan.

Selain itu juga pemberian pakaian, selimut dan pembuatan sarana sanitasi agar tidak buang air besar (BAB) sembarangan.

"Kami memfokuskan penanganan warga korban banjir agar tidak menimbulkan kerawanan pangan dan korban jiwa," katanya menjelaskan.

Menurut dia, pemerintah daerah kedepan akan merealisasikan pembangunan jembatan yang putus akibat banjir tersebut,termasuk sarana gedung pendidikan dan kesehatan.

Saat ini, BPBD Lebak juga mendirikan posko kebencanaan dengan memasang tenda untuk pengungsian juga dapur umum serta dilengkapi toilet.

Dinas Kesehatan juga mendirikan posko pengobatan gratis, sehingga warga korban bencana banjir bisa terlayani oleh tenaga medis.

Selama ini, pemerintah daerah juga bekerja sama dengan relawan tangguh, TNI, Polri, PMI dan Basarnas bersama-sama melakukan evakuasi di lokasi yang terdampak bencana banjir.

Banjir yang menerjang empat kecamatan itu antara lain Kecamatan Lebak Gedong, Cipanas, Sajira dan Curugbitung mengakibatkan ribuan warga mengungsi.

Kebanyakan masyarakat yang terdampak banjir itu kondisinya berada di tepi bantaran Sungai Ciberang dan ditinggal ribuan kepala keluarga.

"Kami hingga kini belum bisa memastikan kerugian material akibat banjir itu, karena masih dalam pendataan," katanya.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top