Carlos Ghosn Tinggalkan Jepang, Mendarat di Libanon

Carlos Ghosn Tinggalkan Jepang, Mendarat di LibanonCarlos Ghosn dikabarkan meninggalkan Jepang dan mengunjungi Libanon. (AP Photo/Koji Sasahara)

WARTABARU.COM – Mantan bos Nissan, Carlos Ghosn, dilaporkan berada di Beirut, Libanon, pada Minggu (29/12), kendati dia sedang menunggu persidangan atas perkara finansial di Jepang.

Ghosn bakal menjalani sidang di Jepang pada pertengahan 2020 atas berbagai tuduhan praktek ilegal keuangan. Ghosn sudah menyatakan tidak bersalah atas semua tuduhan itu.

Saat ini Ghosn, pria 65 tahun yang punya paspor Prancis, Brasil, dan Libanon berada dalam masa bebas dengan jaminan dari pengadilan Jepang. Kondisi ini meliputi berbagai macam syarat ketat termasuk dilarang keluar Jepang, mendapat izin pengadilan untuk perjalanan lebih dari dua malam, dilarang menggunakan internet dan e-mail, serta dilarang melakukan kontak dengan pejabat Nissan.

Media di Libanon mengabarkan Ghosn terbang menggunakan pesawat pribadi dari Turki ke Libanon.

Pejabat keamanan Libanon mengatakan kepada AFP, “Ini tidak jelas bagaimana dia bisa meninggalkan Jepang”. Sedangkan pengacara Ghosn asal Jepang tidak ingin berkomentar atas kepergian Ghosn.

NHK memberitakan Menteri Luar Negeri Jepang mengatakan, “Seharusnya dia tidak meninggalkan negara ini. Seandainya kami tahu tentang hal ini sebelumnya, kami akan melaporkannya kepada otoritas penegak hukum yang tepat”.

Terakhir Ghosn mendarat di Jepang, pada 19 November 2018, dia ditangkap otoritas setempat di bandara Tokyo karena aduan perkara finansial. Dia kemudian ditahan selama 100 hari dan dijauhkan dari kehidupannya yang glamor.

Ghosn kemudian memenangkan bebas dengan jaminan, namun suatu hari pada April 2019 dia ditangkap lagi karena tuduhan kecurangan finansial yang berbeda. Aturan hukum di Jepang memungkinkan seseorang ditahan terus-menerus bila ada tuduhan yang berbeda.

Pada akhir April Ghosn dibebaskan lagi dengan jaminan dan tetap berada di Jepang. Ghosn menghadapi berbagai tuntutan, di antaranya dugaan kecurangan pelaporan pendapatannya dari 2010 hingga 2018 dan penyalahgunaan keuangan Nissan.

Ghosn menyangkal semua tuduhan dan mengungkap ada upaya Nissan untuk menyingkirkannya. Ghosn merupakan orang yang menyatukan Nissan dengan Renault kemudian menggabungkannya dengan Renault.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top