Jepang kirim kapal perang ke Timur Tengah

Jepang kirim kapal perang ke Timur TengahPresiden Iran Hassan Rouhani berjabatan tangan dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe saat upacara penyambutan di Teheran, Iran pada Rabu (12/6/2019). (Official Iranian President website/Handout via REUTERS) (REUTERS/HANDOUT)

WARTABARU.COM – Jepang akan mengirimkan kapal perang dan pesawat patroli untuk melindungi kapal-kapal pengiriman barang negara itu di perairan Timur Tengah terkait situasi kawasan yang masih belum stabil, menurut dokumen yang disetujui kabinet pada Jumat.

Kawasan itu adalah sumber dari hampir 90 persen impor minyak Jepang.

Dengan rencana tersebut, sebuah kapal perang pengangkut helikopter serta dua pesawat patroli P-3C akan diluncurkan untuk mengumpulkan informasi dengan tujuan menjamin keamanan perjalanan kapal Jepang melalui wilayah tersebut.

Jika ada kondisi darurat, perintah khusus akan dikeluarkan oleh Menteri Pertahanan Jepang untuk mengizinkan pasukan menggunakan senjata demi melindungi kapal yang berada dalam bahaya.

Situasi Timur Tengah, salah satunya dipicu oleh konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) yang meningkat sejak tahun lalu ketika Presiden Donald Trump menarik diri dari perjanjian nuklir internasional dengan Iran dan kembali menjatuhkan sanksi dagang sehingga Iran mengalami kesulitan ekonomi.

Pada Mei dan Juni lalu, terjadi beberapa penyerangan terhadap kapal dagang Internasional di kawasan perairan Timur Tengah, termasuk pada kapal tanker milik Jepang, Kokuka Courageous, yang mana AS menyalahkan Iran, sementara Iran membantahnya.

Jepang sebagai sekutu AS yang juga menjalin hubungan baik dengan Iran, memilih untuk meluncurkan operasi sendiri dibanding harus bergabung dengan misi perlindungan kapal pengirim yang dipimpin AS.

Pekan lalu, Perdana Menteri Shinzo Abe membicarakan singkat rencananya mengirim pasukannya ke kawasan Teluk dengan Presiden Iran Hassan Rouhani.

Operasi yang sudah direncanakan itu akan mencakup Teluk Oman, Laut Arab bagian utara, serta Teluk Aden, namun tidak di Selat Hormuz, menurut penjelasan dalam dokumen yang sama.

Pemerintah Jepang menargetkan untuk memulai operasi pasukan pengamanan pesawat patroli pada bulan depan, sedangkan kapal perangnya kemungkinan baru akan mulai pada Februari, kata Kementerian Pertahanan.

Sementara itu, operasi pengamanan Eropa untuk menjamin keamanan pengiriman dengan kapal di wilayah Teluk juga akan dilakukan bulan depan oleh Prancis.

Sumber: Reuters

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top