Pemerintah China ubah desa tertinggal jadi arena ski internasional

Pemerintah China ubah desa tertinggal jadi arena ski internasionalPara penggemar olahraga ski bersiap diri di Desa Yabuli, Provinsi Heilongjiang, China, sebelum meluncur dari puncak Gunung Changbai, Jumat (20/12/2019). ANTARA/M. Irfan Ilmlie

WARTABARU.COM – Pemerintah China berhasil mengubah beberapa desa yang masuk dalam kategori tertinggal dan miskin menjadi arena kejuaraan ski bertaraf internasional.

Desa Yabuli di Provinsi Heilongjiang yang diapit Gunung Changbai dan Zhangguangcai mampu mendatangkan 500 ribu wisatawan pada musim dingin yang rata-rata berlangsung setiap Oktober-Februari.

"Kalau dihitung harian, desa ini rata-rata bisa didatangi 5.000 orang," kata Yan Yusheng dari Kantor Urusan Luar Negeri Pemerintah Provinsi Heilongjiang, kepada Antara di Yabuli, Sabtu.

Meskipun tidak ditetapkan sebagai tempat penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin atau "Olympic Winter Games" di Beijing pada 2022, Yabuli tetap menjadi daya tarik tersendiri.

Bahkan tim ski Hong Kong berlatih secara intensif di desa yang berjarak sekitar 250 kilometer di sebelah tenggara Ibu Kota Provinsi Heilongjiang di Harbin itu untuk persiapan Olimpiade Musim Dingin.

Yabuli memiliki 54 jalur ski yang panjang keseluruhannya mencapai 90 kilometer, baik untuk pemula maupun profesional.

Desa Yabuli telah sukses menyelenggarakan berbagai ajang kejuaraan, di antaranya Asian Winter Games 1996, Winter Universiade 2009, World Youth Snowboarding Championship 2015, dan World Snowboarding Championship 2016.

Sementara satu desa lainnya adalah Chongli di Provinsi Hebei. Oleh karena jaraknya hanya 200 kilometer dari Beijing, maka desa yang berada di bawah Kota Zhangjiakou itu telah ditetapkan sebagai ajang cabang olahraga ski dalam Olimpiade Musim Dingin 2022.

Saat ini pemerintah China sedang menyelesaikan pembangunan arena utama dan fasilitas pendukungnya.

Jalan tol dari Beijing menuju Chongli juga sedang dikebut pembangunannya sehingga memudahkan perjalanan para atlet dari satu tempat pertandingan ke tempat pertandingan lainnya.

Kedua desa tersebut merupakan desa tertinggal dan terpencil, namun penduduknya bisa makmur dengan menjadi pemandu wisata pada musim dingin seperti sekarang.

"Kalau musim panas tiba, ada wahana tersendiri yang bisa digunakan oleh wisatawan," kata Konsuler Departemen Asia Kementerian Luar Negeri China, Deng Wei.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top