Saat melintasi Tol Elevated Jakarta-Cikampek kecepatan maksimum 80 km/jam

Saat melintasi Tol Elevated Jakarta-Cikampek kecepatan maksimum 80 km/jamFoto Udara Tol Layang (Elevated) Jakarta-Cikampek (Japek) II di Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (15/12/2019). Tol Layang Japek II mulai beroperasi untuk kendaraan golongan I tanpa tarif dengan minimum kecepatan 60 km dan Maksimum 80 km per jam. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/foc

WARTABARU.COM – Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia, Inspektur Jendral Polisi Istiono mengimbau pemudik Natal dan Tahun Baru untuk berhati-hati saat melintas di Jalan Tol Elevated Jakarta-Cikampek KM10-KM48.

Istiono mengingatkan masyarakat untuk tidak memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi saat melintasi ruas jalan tersebut karena seksi jalan tersebut masih bergelombang.

"Masyarakat yang mau mudik ke Jawa maupun ke Bandung yang melalui Tol Elevated KM10 sampai KM48 ini dari jakarta tentu harus memperhatikan kecepatan, karena jalannya juga masih belum sempurna, masih bergelombang," kata Istiono di Polda Metro Jaya, Kamis.

Imbauan soal batasan kecepatan itu dia sampaikan khususnya kepada pemudik dari Jakarta yang akan bepergian menuju Bandung dan Jawa via Jalan Tol Elevated Jakarta-Cikampek.

Adapun batas kecepatan yang dianjurkan saat melintas di ruas Jalan Tol Elevated Jakarta-Cikampek KM10-KM48 adalah 80 km/jam.

"Pemudik Natal dan Tahun Baru dari Jakarta yang mau ke Jawa dan Bandung ini memang Tol Elevated itu dirancang untuk jarak yang ke Jawa maupun ke Bandung. Rekomendasi kecepatan yang kita sampaikan di sini adalah 80 km/jam," pungkasnya.

Istiono mengungkapkan, jajarannya telah mempersiapkan rekayasa lalu lintas seperti sistem contraflow di ruas jalan tol guna mengantisipasi kemacetan saat puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru.

Dia mengatakan jajarannya juga telah memetakan sejumlah titik macet di jalan tol menuju Jawa dan Bandung serta menyiagakan petugas untuk persiapan rekayasa arus lalu lintas.

Operasi Lilin Jaya 2019 yang diselenggarakan untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru akan digelar selama 10 hari sejak 23 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020.

Sedangkan Istiono memperkirakan puncak arus mudik pada libur Natal dan Tahun Baru pada tahun ini akan terjadi pada 21-22 Desember 2019.

Meski Operasi Lilin Jaya secara resmi dimulai pada 23 Desember 2019, Istiono mengatakan pihak kepolisian sudah bersiaga sejak 21-22 Desember 2019.

"Operasi memang di mulai tanggal 23 Desember 2019 tapi polisi dan jajaran sudah bersiap semua dari tanggal 21-22 Desember 2019," ujarnya.

Polda Metro Jaya pada Kamis ini menggelar apel kesiapan operasi pengamanan bersandi Lilin Jaya 2019 di Lapangan Promoter Polda Metro Jaya.

Apel tersebut dipimpin oleh Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono

Kepolisian Daerah Metro Jaya diketahui telah menyiapkan 8.196 personel untuk mengamankan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top