BPBD dorong pemda di NTT tanam pohon sukun dan aren

BPBD dorong pemda di NTT tanam pohon sukun dan arenPohon sukun (Artocarpus altilis) ini merupakan tanaman yang tahan di musim kemarau dan akarnya mampu mengikat air tanah. ANTARA/HO-www.wikipedia.org

WARTABARU.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendorong para kepala daerah di Nusa Tenggara Timur memperbanyak penanaman pohon sukun dan aren sebagai mitigasi bencana ketika terjadi kekeringan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Nusa Tenggara Timur, Thomas Bangke ketika ditemui Antara di Kupang, Rabu, mengatakan, penanaman pohon sukun dan aren merupakan salah satu mitigasi jangka menengah dan panjang dalam penanggulangan kekeringan.

"Dua jenis tanaman itu memiliki manfaat yang besar dalam menjaga lingkungan serta menyimpan cadangan air yang cukup banyak sehingga krisis air bersih yang sering melanda NTT tidak lagi terjadi," kata Thomas Bangke.

Ia mengatakan, penanaman pohon Sukun dan Aren sebagai langkah untuk mengatasi kekeringan dan kekurangan air bersih.

"BPBD merekomendasikan dua jenis pohon itu untuk penanggulangan kekeringan karena akar pohon sukun dan aren memiliki keunggulan mampu mengikat air, sehingga ketersediaan air bawah tanah tetap mencukupi ketika musim kemarau," tegasnya.

Dia mengatakan, kekeringan yang melanda NTT pada 2019 terjadi di semua kabupaten/kota hingga menyebabkan terjadinya krisis air bersih.

"Untuk mengatasi kekeringan perlu dilakukan mitigasi fungsional melalui penanaman dan pemeliharaan tanaman hingga menjadi hutan dengan menanam pohon sukun dan aren.

Apabila dua jenis pohon itu ditanam di lokasi sumber-sumber air maka tidak mengalami kekurangan air ketika musim kemarau kemarau," tegasnya.

BPBD NTT menurut Thomas Bangke, telah menyampaikan gagasan itu kepada para bupati/wali kota untuk menanam dua jenis pohon itu dalam mengatasi kekeringan.

Ia mengatakan, pemerintah Kabupaten Sumba Timur, telah melakukan penanaman pohon sukun dan aren di semua sumber air di daerah itu guna mencegah terjadinya kekurangan air bersih saat dilanda musim kemarau.

Dikatakannya, ada empat kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang dilanda kekeringan ekstrem pada 2019 yaitu Kabupaten Belu, Kota Kupang, Lembata dan Flores Timur.

"Kami berharap empat kabupaten ini mulai menanam pohon sukun dan aren untuk menjaga ketersediaan air sehingga krisis air bersih pada musim kemarau tidak terjadi," kata Thomas Bangke.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top