Disbudpar Jatim agendakan 420 event budaya dan pariwisata sepanjang 2020

Disbudpar Jatim agendakan 420 event budaya dan pariwisata sepanjang 2020Gunung Arjuno yang dipotret pada 17 November 2019 dan menjadi salah satu daya tarik wisata alam di Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Fiqih Arfani)

WARTABARU.COM – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur menyampaikan terdapat 420 event budaya dan pariwisata yang diselenggarakan di kabupaten/kota se-Jatim selama tahun 2020.

“Selama satu tahun mendatang, di Jatim akan disuguhkan 420 event yang harapan utamanya adalah mendatangkan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Sinarto di sela kegiatan East Java Culture and Tourism Award 2019 di Surabaya, Jumat malam.

Menurut dia, event-event tersebut dapat menjadi magnet bagi peningkatan kunjungan wisatawan ke Jatim dan menjadi aset bagi pengembangan pariwisata.

Ia merinci, dari 420 event tersebut terbagi sebanyak 318 even dalam bentuk nonfestival, kemudian 102 event yang merupakan festival.

“Sejumlah event antara lain bentuknya festival, karnaval, upacara tradisi keagamaan atau masyarakat, lomba, pergelaran kesenian dan lainnya,” ujarnya pula.

Beberapa event pada tahun depan antara lain “Delta Carnival” di Sidoarjo, “Festival Kenduren Durian” di Jombang, “Majapahit International Travel Fair” di Surabaya, “Gebyar Labuhan Sarangan” di Magetan, “Festival Semeru” di Lumajang, “Festival Jaranan” di Trenggalek dan lainnya.

Tak itu saja, sebanyak tujuh event di antaranya dinyatakan telah lolos seleksi tim kurator Kementerian Pariwisata dan masuk dalam 100 National CoE Indonesia 2020.

Ketujuh event tersebut yakni “Banyuwangi Ethno Carnival”, “Jazz Gunung Bromo”, “Jember Fashion Carnaval”, “Malang Flower Carnival”, “International Tour de Banyuwangi Ijen”, “Grand Final Kerapan Sapi” serta “Gandrung Sewu”

Pihaknya berharap proses penggarapan event yang profesional dapat menjadi salah satu sumber peningkatan kunjungan ataupun pergerakan wisatawan, kemudian menimbulkan dampak ekonomi.

“Semisal, peningkatan tingkat hunian akomodasi, penjualan makanan dan minuman, peningkatan kunjungan daya tarik wisata (DTW) di sekitar event, cenderamata, transportasi hingga jasa pramuwisata,” katanya pula.

Sementara itu, peluncuran kalender wisata yang bersamaan dengan “East Java Culture and Tourism Award 2019” diharapkan menjadi referensi dan daya tarik wisatawan yang akan berkunjung ke Jatim tahun depan.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top