Pertama di dunia, IDAS lombakan pencarian titik selam baru

Pertama di dunia, IDAS lombakan pencarian titik selam baruAsisten II Bupati Berau Bidang Pembangunan dan Perekonomian Mansya Kelana mengenakan kaos pada salah seorang peserta kompetisi Indonesia Dive Adventure Series dari luar negeri di Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Rabu (4/12/2019). (ANTARA/Virna P Setyorini)

WARTABARU.COM – Indonesia Dive Adventure Series (IDAS) menjadi ajang pertama di dunia yang melombakan pencarian titik selam baru.

Salah satu juri lomba foto bawah laut di ajang IDAS Ria Qorina Lubis di Maratua, Berau, Kalimantan Timur, Rabu, mengatakan hal yang menarik dalam acara itu, yaitu lomba eksplorasi titik penyelaman baru dilakukan dalam grup.

"Dan ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia, bahkan di dunia," kata dia.

Indonesia Dive Adventure Series yang digelar dan dikonsepkan oleh PT Sapta Grahita Dewani berlangsung dalam lima seri, mulai Desember 2019 hingga 2020. Lokasi-lokasi yang akan diselami peserta lomba secara berurutan, antara lain Maratua di Berau, Gorontalo, Pulau Weh di Aceh, dan Pulau Komodo atau Raja Ampat sebagai penutup.

Maratua bagian dari Gugusan Kepulauan Derawan yang juga masuk kawasan Segitiga Terumbu Karang dunia (Coral Triangle), katanya, masih memiliki titik-titik selam yang belum terungkap dengan berbagai jenis biota dan terumbu karang yang menarik.

Ia menyebut di lokasi itu memungkinkan peserta lomba menemukan titik selam baru, bahkan menemukan spesies baru atau biota endemik dalam kompetisi pada 4 hingga 8 Desember 2019.

“Belum pernah ada yang seperti ini, benar-benar baru pertama. Kalau pun ada biasanya pemda yang membiayai untuk mencari titik penyelaman baru,” kata Ria.

Koordinator acara IDAS John E. Sidjabat mengatakan lomba semacam itu baru pertama kali dilakukan di dunia.

Ia mengatakan para peserta yang mengikuti lomba tersebut memang sudah profesional dan tentu tidak didampingi pemandu. Peserta kompetisi tergabung dalam satu grup di mana setiap grup ada empat orang.

Peserta lomba harus dapat menemukan 15 spesies karang, 15 spesies ikan, biota, lanskap yang menarik, komposisi, dan kondisi sosial, seperti menemukan biota endemik di Maratua.

Akan lebih menarik, kata dia, jika ada yang menemukan spesies biota atau karang baru.

Ketua Panitia IDAS Anastasia Dewi Natalia mengatakan Maratua menjadi pembuka seri kompetisi foto bawah laut dan pencarian titik penyelaman baru karena keindahannya.

Ia mengharapkan hasil lomba yang mayoritas diikuti penyelam profesional dari Jakarta, Bali, Malaysia, hingga Austria itu, dapat memperkenalkan keindahan Maratua dan membuat wisatawan berulang datang ke tempat itu.

Direktur Utama PT Sapta Grahita Dewani Joice Maria Bernadet berharap, kompetisi tersebut dapat terus diikuti peserta lomba sehingga akhirnya diperoleh foto bawah laut dan titik penyelaman baru terbaik.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top