Desember, Banjir Hujan Meteor hingga Gerhana Matahari Cincin

Desember, Banjir Hujan Meteor hingga Gerhana Matahari CincinSejumlah peristiwa langit mulai dari limpahan hujan meteor, konjugasi planet, hingga gerhana matahari cincin dapat disaksikan di Indonesia Desember tahun ini (AFP PHOTO/ JORGE GUERRERO)

WARTABARU.COM – Sepanjang Desember, langit akan dihiasi bermacam fenomena astronomi. Akun resmi balai observasi tertua di Indonesia, Bosscha, menyebut pada Desember ini langit Indonesia akan dihiasi hujan meteor, konjugasi planet, hingga gerhana matahari cincin.

[Gambas:Instagram]

Namun, sebelumnya LAPAN mengingatkan bahwa langit Indonesia jelang akhir tahun kerap tak bersahabat terhadap pengamatan peristiwa langit. Pasalnya, langit kerap tertutup awan lantaran Indonesia sudah memasuki musim penghujan.

“Akhir tahun memang bukan menjadi masa yang baik untuk menanti fenomena astronomis. Kondisi Indonesia kontras dengan tempat di belahan utara yang justru banyak langit cerah saat musim dingin,” jelas Peneliti sains antariksa LAPAN Rhorom Priyatikanto saat dihubungi lewat pesan singkat, beberapa waktu lalu (30/10). 

Selain perlu dukungan langit yang cerah, pengamatan juga akan lebih optimal di wilayah yang minim polusi cahaya. Jadi, mengamati langit di tengah kota bukan ide yang baik. Bergeser ke wilayah pegunungan atau pantai yang minim pemukiman bisa menjadi solusi.

Untuk membantu menentukan posisi pengamatan berdasarkan rasi bintang tertentu, Anda bisa mengunduh aplikasi seperti Google Sky Maps atau StarTracker.

Berikut adalah jadwal fenomena yang dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia.

2 Desember : Hujan Meteor Pheonicid

Hujan meteor ini biasanya terjadi pada 29 November hingga 9 Desember. Puncak hujan meteor ini terjadi pada 3 Desember pukul 01:00 WIB. Untuk mengamati, arahkan pandangan ke rasi Phoenix.

6 Desember : Hujan Meteor Cassiopeid

Hujan meteor ini berlangsung mulai 1-8 Desember. Namun, puncak hujan meteor terjadi pada 6-7 Desember, mengutip In The Sky. Hujan meteor ini akan terjadi di sekitar kontalasi Andromeda.

Dari Indonesia, hujan meteor ini akan terlihat setiap hari hingga pukul 02:00 WIB dini hari. Namun, waktu optimal pengamatan sekitar pukul 20:00 WIB. 

8 Desember : Hujan Meteor Puppid Velid

Hujan meteor ini aktif pada 1-15 Desember. Namun, puncak hujan meteor akan terjadi sekitar 8 Desember pukul 00:00 dengan 10 meteor per jam.

Untuk menyaksikan hujan meteor ini pengamat perlu mencari konstelasi Vela. Hujan meteor baru bisa terlihat pada pukul 20:26 hingga 05:05 WIB.

12 Desember : Hujan Meteor Hydrid

Hujan meteor Hydrid akan aktif pada 3-15 Desember dengan puncaknya di 12 Desember pukul 22:00 WIB. Untuk menyaksikan hujan meteor ini pengamat perlu mencari konstalasi Hydra.

Konstelasi ini baru akan terlihat di langit Indonesia pada 20:55 WIB tiap malam dan menghilang pada 5:10 WIB.

Pada tanggal ini, awan Magellan Besar juga berada pada posisi yang baik untuk pengamatan. Awan Magellan Besar adalah satelit dari Galaksi Bima Sakti yang kita tempati.

14 Desember : Hujan Meteor Geminid

Bakal terlihat pada 4-17 Desember, dengan puncak hujan meteor pada 14-15 Desember. Untuk mengamati hujan meteor ini cari rasi Gemini.

Rasi ini akan terlihat di Indonesia mulai 20:02 tiap malam hingga 05:12. Mengutip In The Sky, pada puncaknya hujan meteor ini menghasilkan 120 meteor per jam.[Gambas:Video CNN]

16 Desember : Hujan Meteor Comae Berenicid

Hujan meteor ini terjadi pada 12-23 Desember dengan puncak pada 16 Desember pukul 20:00 WIB.

Untuk menemukan hujan meteor ini carilah konstelasi Leo. Konstelasi ini akan terlihat di Jakarta mulai 23:58 hingga 05:12.

20 Desember : Hujan Meteor Leonis Minorid

Masa aktif hujan meteor ini cukup lama, antara 5 Desember hingga 4 Februari. Namun puncaknya terjadi di 20 Desember sekitar pukul 19:00 WIB.

Untuk mengamati peristiwa ini, pengamat mesti mencari rasi Leo Minor. Namun, jumlah meteor yang dihasilkan tak sebanyak Geminid, hanya 5 meteor per jam.

23 Desember : Konjungsi Mars dan Bulan

Konjungsi adalah momen ketika suatu benda langit berada sejajar. Pada 23 Desember, Bulan dan Mars akan berada sejajar. Keduanya bisa diamati di dekat konstelasi Virgo.

Keduanya bisa dilihat dari langit Jakarta pada 03:39 WIB, 1 jam 49 menit sebelum Matahari terbit. Peristiwa ini bisa disaksikan dengan mata telanjang atau menggunakan binokular.

26 Desember : Gerhana Matahari Cincin melewati sebagian wilayah Indonesia

Di pengujung tahun, matahari akan kembali mengalami gerhana cincin, di sebagian wilayag Indonesia. Matahari diperkirakan akan tertutup dengan presentase terbesar yakni 72 persen pada pukul 12:19 WIB. Gerhana akan terjadi selama kurang lebih tiga jam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top