BATAN:Agro techno park sumbang teknologi bagi kesejahteraan masyarakat

BATAN:Agro techno park sumbang teknologi bagi kesejahteraan masyarakatPekerja memberi makanan sapi di peternakan sapi Agro Techno Park di Sentono, Karangdowo, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (28/6). Program Agro Techno Park yang dikembangkan atas kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Klaten dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) itu bertujuan untuk penguatan dan pengembangan sistem pertanian terpadu berbasis teknologi untuk mendukung peningkatan kemandirian pangan seperti padi, kedelai dan peternakan sapi. ANTARA /Aloysius Jarot Nugroho/tom/18.

WARTABARU.COM – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengatakan kawasan sains dan teknologi yakni science techno park (STP) dan agro techno park (ATP) berperan untuk menyumbangkan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemecahan masalah yang ada di kehidupan masyarakat.

"ATP menyumbangkan teknologi untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan di masyarakat dan juga memberikan nilai yang positif dalam arti meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu yang paling penting," kata Sekretaris Utama (Sestama) BATAN Falconi Margono kepada wartawan di sela-sela rangkaian kegiatan Capaian Science Techno Park Batan 2015-2019 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu.

ATP ini bisa menjadi sentral atau pusat dari kegiatan pemanfaatan dan pengembangan teknologi yang akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan dunia usaha. ATP juga memberdayakan masyarakat untuk memiliki pertanian terpadu dan berkelanjutan melalui pengolahan limbah pertanian seperti jerami menjadi pakan ternak.

"Oleh karena itu ATP ini atau KST (kawasan sains dan teknologi) ini merupakan wadah di dalam pengembangan kreativitas memanfaatkan teknologi," ujarnya.

Teknologi dan inovasi yang dihasilkan ATP tidak harus yang canggih tapi bisa sederhana namun tepat guna untuk menjawab masalah di tengah masyarakat. Inovasi tersebut antara lain mengubah jerami yang merupakan limbah pertanian menjadi kertas dan menghasilkan varietas unggul seperti padi dan kedelai.

"Yang paling penting di sini adalah disamping hasilnya adalah minat dan juga semangat, kalau mereka itu bisa menghasilkan sesuatu pasti punya semangat lagi untuk mencari yang lain," ujarnya.

Masing-masing daerah punya kekhasan, potensi dan kearifan lokal sendiri yang perlu dikembangkan melalui pengembangan teknologi.

"Teknologi itu adalah alat atau instrumen dimana memudahkan kita, paling sederhana saja sudah teknologi. Oleh karena itu, jadi kan pusat KST atau ATP ini menjadi pusat kegiatan pengembangan teknologi, kreativitas, inovasi dan sebagainya sehingga hal itu bisa membangun," ujarnya.

Iia mengatakan, BATAN terus mendukung pengembangan teknologi untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat di daerah dan secara nasional, misalnya mendorong swasembada beras melalui perbaikan kualitas padi lokal untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

"Mudah-mudahan ini menjadi titik tolak kita untuk bisa lebih berdiri agar bagaimana kita memanfaatkan teknologi ini untuk pengembangan daerah kita dan untuk kesejahteraan masyarakat kita," ujarnya.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top