Mengenal Jenis-jenis Granat Seperti yang Meledak di Monas

Mengenal Jenis-jenis Granat Seperti yang Meledak di MonasIlustrasi granat asap. (Istockphoto/ RamonCast)

WARTABARU.COM – Dua anggota TNI terluka akibat ledakan granat yang terjadi di area Monas, Jakarta Pusat. Belakangan diketahui ledakan berasal dari granat asap.

Asal muasal nama granat sendiri berasal dari bahasa Prancis Kuno dari kata buah delima atau disebut dengan pomegranate. Awalnya buah tersebut disebut mirip dengan granat genggam

Granat terdiri dari berbagai jenis selain granat asap. Jenis-jenis granat adalah granat serpihan (fragmentation grenade), granat asap, granat anti kerusuhan (granat gas air mata), granat pembakar (incendiary grenade), hingga granat kejut (stun grenade).

1. Granat Serpihan (fragmentation grenade)

Dilansir dari situs Britannica, Granat jenis ini memiliki tipe ledakan yang sangat mematikan bagi pasukan infanteri. Granat jenis ini bisa memuntahkan serpihan tajam ke segala arah.

Granat yang mirip dengan buah nanas ini memiliki badan yang terbuat dari besi. Kemudian granat ini diisi dengan berbagai serpihan tajam, kawat. Apabila kata ‘granat’ digunakan tanpa penjelasan lebih lanjut, maka yang dimaksud adalah granat jenis ini.

Granat Serpihan modern yang digunakan militer Amerika, M67 Grenade memiliki radius ledakan hingga 15 meter dan bisa dilempar hingga 40 meter.

2. Granat Asap

Granat asap berbentuk kaleng dan biasa digunakan sebagai alat isyarat darat atau darat ke udara. Granat asap juga digunakan untuk penanda zona sasaran atau pendaratan. Granat jenis ini tidak mematikan.

Granat asap juga biasa digunakan untuk menyembunyikan pergerakan atau manuver pasukan. Granat asap biasanya terbentuk dari silinder logam dengan lubang di bagian atas dan bawah untuk mengeluarkan asap.

3. Granat Anti Kerusuhan

Granat ini berisi gas air mata. Bentuk dan pengoperasian granat sama seperti gas air mata. Granat ini akan menyebabkan iritasi pada mata dan sistem pernafasan.

Apabila manusia terpapar granat jenis ini dalam waktu lebih dari 10 menit, ia akan mengalami luka lepuh pada kulit dan luka permanen pada paru-paru.

[Gambas:Video CNN]

4. Granat Pembakar

Granat jenis ini bisa menghasilkan panas melalui reaksi kimia. Granat pembakar pertama kali digunakan oleh Kekaisaran Bizantium. Granat pembakar biasa diisi dengan Fosfor putih dan termit.

Reaksi kimia dari pembakar ini bisa terbakar dengan suhu 2.200 celsius sehingga berguna untuk menghancurkan senja, artileri dan kendaraan. Termit juga bisa terbakar tanpa sumber oksigen sehingga bisa terbakar di bawah air.

5. Granat Kejut

Granat kejut juga biasa flashbang digunakan mengalihkan atau membingungkan musuh selama beberapa detik. Granat ini tidak akan hancur ketika meledak.

Granat dirancang untuk menghasilkan kilatan cahaya menyilaukan dan suara keras tanpa menyebabkan cedera permanen. Kilatan dari granat kejut dalam waktu singkat bisa mengaktifkan seluruh sel yang peka cahaya di mata. Hal ini membuat kebutaan sementara dalam waktu lima detik.

Demikian berita ini dikutip dari CNNINDONESIA.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top