Perhiasan tak ternilai di museum Jerman digondol maling

Perhiasan tak ternilai di museum Jerman digondol malingSatu replika kaca dari berlian Kooh-I-Noor ditampilkan di Museum Reich der Kristalle Munich, Jerman. (wikipedia.org)

WARTABARU.COM – Pencuri menghancurkan etalase dan mengambil perhiasan tak ternilai dari salah satu museum di Jerman pada Senin dini hari, dalam sebuah serangan kilat terhadap salah satu koleksi kekayaan terbesar Eropa, menurut polisi.

Mereka memaksa masuk ke Gruenes Gewoelbe atau Museum Green Vault di Dresden dan membawa kabur sedikitnya tiga set perhiasan awal abad ke-18, termasuk sejumlah berlian dan batu rubi, kata staf museum kepada awak media.

Rekaman CCTV memperlihatkan dua pria menerobos masuk melalui jendela, ungkap kepolisian. Alarm berbunyi tepat sebelum pukul 5 pagi waktu setempat dan polisi tiba di lokasi kejadian lima menit kemudian. Namun sayang, pencuri berhasil kabur.

"Di sini kami berbicara tentang objek nilai budaya yang tak terukur," ujar direktur museum Dirk Syndram saat konferensi pers.

Tidak mungkin untuk menjual barang-barang yang teridentifikasi dan unik itu seperti di pasar terbuka, kata Marion Ackermann, direktur museum di sekitar negara bagian Saxony.

"Itu akan menjadi sesuatu hal yang mengerikan," katanya ketika ditanya apakah perhiasan itu mungkin dihancurkan atau dileburkan. Nilai budayanya jauh di atas nilai material apa pun, tambahnya.

Hasil curian itu memiliki nilai hingga 1 miliar euro (sekitar Rp23,29 triliun), seperti yang dilaporkan sebelumnya oleh surat kabar Bild, tanpa memberikan sumbernya. Pihaknya mengatakan kotak sambungan listrik di dekatnya terbakar sehingga memutus aliran listrik ke seluruh area sebelum pencurian.

Polisi menyebutkan lingkungan sekitar mengalami pemadaman listrik tetapi belum jelas apakah hal itu terkait dengan kejahatan tersebut. Mereka juga sedang menyelidiki apakah sebuah mobil yang terbakar terkait dengan aksi pembobolan tersebut.

Sumber: Reuters

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top