WALHI: Penghapusan Amdal hilangkan bentuk kontrol masyarakat

WALHI: Penghapusan Amdal hilangkan bentuk kontrol masyarakatKoordinator Kampanye WALHI Edo Rakhman usai konferensi pers di kantor eksekutif WALHI, Jakarta, Senin (25/11) (ANTARA/Prisca Triferna)

WARTABARU.COM – Penghapusan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) yang diwacanakan oleh pemerintah bisa menghilangkan salah satu bentuk kontrol masyarakat terhadap dampak pembangunan, kata Koordinator Kampanye Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Edo Rakhman.

"Di mana lagi kontrol masyarakat kalau kemudian Amdal dihapuskan. Tidak ada lagi proses konsultasi publik untuk meminta masukan atau memberikan komplain dari masyarakat atas aspek atau dampak dari pembangunan tersebut," ujar Edo dalam konferensi pers yang diselenggarakan di kantor eksekutif WALHI di Jakarta Selatan pada Senin.

Sebelumnya, pemerintah lewat Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mewacanakan penghapusan izin mendirikan bangunan (IMB) dan Amdal di tengah usaha untuk mendorong peningkatan investasi masuk ke Indonesia.

Menurut Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil wacana itu digulirkan bertujuan untuk agar rakyat lebih mudah mengakses dan mempercepat pembangunan, selain membantu penciptaan lapangan pekerjaan lebih cepat oleh investor.

Manajer Advokasi Tata Ruang dan GIS WALHI Achmad Rozani mengatakan Amdal adalah salah satu instrumen yang efektif dengan catatan ada kontrol ketat dan memiliki waktu yang lebih panjang, selain tentu saja melibatkan partisipasi warga yang luas dalam konsepnya.

Dalam praktik yang benar jika ada masyarakat yang tidak menyetujui adanya proyek pembangunan di daerah mereka, seharusnya tidak dipaksakan pengesahan dokumen Amdal tersebut. Jika tidak berjalan sebagaimana konsepnya, ujar dia, maka ada yang salah dan harus diperbaiki bukannya dihapus seperti rencana pemerintah.

"Ketidakefektifan AMDAL karena konteks keberpihakan kita yang bermasalah. Political will memang masih lemah dalam konteks bagaimana berpihak pada lingkungan," ujar Achmad.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top