Aceh Barat pasok puluhan ton ikan ke Sumut

Aceh Barat pasok puluhan ton ikan ke SumutSeorang pekerja menunggu pengangkutan ikan tongkol dari kapal motor nelayan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Ujong Baroh, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Selasa (15/10/2019) (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)

WARTABARU.COM – Puluhan ton ikan tongkol dan aneka jenis ikan lainnya hasil tangkapan nelayan di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, setiap hari dikirim ke Medan, Provinsi Sumatera Utara dan Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat.

Ikan segar tersebut selama ini menjadi andalan pendapatan nelayan karena ikan hasil tangkapan dikonsumsi oleh warga di luar daerah maupun dijadikan sebagai ikan ekspor ke luar negeri.

"Banyaknya kebutuhan ikan segar ke luar Aceh membuat nelayan dan masyarakat pesisir untung, karena dapat meningkatkan pendapatan dan ekonomi keluarga," kata seorang agen ikan segar di Kompleks Pendaratan Ikan (TPI) Meulaboh, Aceh Barat, Yosa, Sabtu.

Ia merincikan, setiap harinya paling sedikit sebanyak 12 ton ikan segar dari daerah ini dikirim ke Kota Medan, Sumatera Utara untuk menambah ketersediaan ikan segar dan komoditas ekspor.

Sedangkan pengiriman ke Padang, Sumatera Barat juga didominasi oleh ikan segar jenis tongkol dan ikan lainnya, karena kebutuhan masyarakat di daerah tersebut dalam mengonsumsi ikan segar relatif tinggi.

Yosa mengakui, banyaknya ikan segar yang dikirim ke luar Aceh membuat pendapatan nelayan bertambah, karena setiap pengiriman ikan segar tersebut ia mampu meraup keuntungan mencapai puluhan juta rupiah.

Hal itu disebabkan harga jual ikan segar di luar Aceh lebih tinggi dari harga jual ikan segar di daerah.

"Kalau ke Sumbar kami kirimnya paling sedikit seminggu sekali karena jarak tempuh yang jauh. Namun kalau ke Medan, Sumatera Utara, ikannya kita kirim setiap hari karena permintaan yang tinggi," kata Yosa menambahkan.

Ia juga membenarkan selama ini ikan segar hasil tangkapan nelayan di Aceh banyak diminati oleh konsumen di luar daerah, karena ikan tersebut dalam keadaan segar dan tidak terdapat bahan pengawet.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top