KJRI Kuching berikan pelayanan paspor sistem jemput bola

KJRI Kuching berikan pelayanan paspor sistem jemput bolaStaf Teknis KJRI Kuching, Ronni Fajar Purba di Bintulu Malaysia saat mengawasi langsung pelayanan paspor di perusahaan perkebunan sawit Sime Darby di Bintulu, Malaysia.  (ANTARA/ Slamet Ardiansyah)

WARTABARU.COM – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching, Malaysia memberikan pelayanan paspor dengan cara jemput bola dengan mendatangi langsung ke tempat kerja, perusahaan perkebunan kepala sawit di mana para Pekerja Migran Indonesia (PMI) itu bekerja.

"Kami dari KJRI memberikan pelayanan jemput bola bagi WNI ataupun para PMI yang bekerja di perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit. Kali ini kami lakukan di perusahaan perkebunan sawit Sime Darby di Bintulu, Malaysia," kata Staf Teknis KJRI Kuching, Ronni Fajar Purba di Bintulu Malaysia, Minggu.

Dijelaskannya, pelayanan jemput bola itu bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi para WNI yang bekerja di Malaysia ini dalam pengurusan dokumen paspornya.

"Dengan cara ini, kami harapkan mereka tidak perlu jauh-jauh harus ke Kuching hanya untuk mengurus dokumen kelengkapan diri mereka. Dengan pelayanan jemput bola ini, mereka bisa lebih dekat mendapat pelayanan, dengan cepat, biaya murah, tidak buang-buang waktu dan tidak perlu menginap karena dari sini ke Kuching harus menempuh perjalanan sekitar 12 jam," kata Ronni.

Menurutnya, melalui pelayanan paspor dengan sistem jemput bola ini merupakan wujud nyata kehadiran negara bagi rakyatnya.

Tidak hanya itu, ujarnya lagi, dalam kesempatan tersebut setelah mereka mendapatkan paspor, KJRI Kuching akan langsung memastikan kepada pihak perusahaan tempat mereka bekerja untuk langsung mengurus permit kerja (work pass).

Dengan demikian hal ini akan meminimalisir WNI yang bekerja di negara Malaysia secara ilegal, katanya.

"Kegiatan ini sudah berjalan sejak tahun 2015, namun disesuaikan dengan tahun anggaran. Di tahun 2019 ini periode Januari hingga saat ini, kami telah melakukan pelayanan paspor sistem jemput bola di 34 tempat atau perusahaan dengan program setiap bulannya bisa dua kali," katanya.

Ia mengatakan, pihak perusahaan bisa langsung memohon kepada KJRI, kemudian atas persetujuan Kepala KJRI, maka pelayanan paspor jemput bola itu langsung dilakukan.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top