Malam Minggu di Jakarta Diprediksi Berawan dan Hujan

Malam Minggu di Jakarta Diprediksi Berawan dan HujanIlustrasi. (CNN Indonesia/ Safir Makki)

WARTABARU.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan seluruh wilayah di Provinsi DKI Jakarta akan berawan pada Sabtu (9/11) malam.

“Waspada potensi hujan disertai petir/kilat dengan durasi singkat pada sore hingga dini hari,” demikian peringatan dini petugas prakiraan cuaca (forecaster) BMKG Pusat yang dikutip di Jakarta, Sabtu (9/11) pukul 07.00 WIB.

Sejak siang hari, dua wilayah di DKI Jakarta akan mengalami hujan lokal yakni Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada Sabtu siang.

Sementara wilayah Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat diperkirakan berawan dan hanya Kabupaten Kepulauan Seribu yang diprediksi cerah berawan.

Cuaca di Jakarta secara umum berada pada suhu udara antara 25 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembaban udara antara 65 hingga 95 persen.

Sementara, sejumlah kota di sekitar Jakarta seperti Tanggerang, Anyer, Cilegon, Lebak, Serang hingga Ujung Kulon di Provinsi Banten diperkirakan cerah berawan sejak siang hingga malam hari.

Khusus Kabupaten Pandeglang bagian selatan dan Lebak bagian selatan, BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi angin kencang.

Sementara itu seperti yang diberitakan sebelumnya, hujan meteor akan kembali menghiasi langit bumi pada awal November ini. Fenomena ini dikenal dengan hujan meteor Taurid Selatan dan akan menjadi hujan meteor paling lama sepanjang tahun.

Puncaknya akan terlihat pada tanggal 5 hingga 12 November.

Nama Taurid sendiri diambil dari nama rasi bintang Taurus yang juga merupakan arah datanya hujan meteor ini.

Taurid juga dikenal sebagai hujan meteor dengan pancaran cahaya yang cukup terang.

Hal ini disebabkan oleh ukuran serpihan meteor yang lebih besar dibanding dengan meteor lainnya sehingga tak heran jika hujan meteor ini juga disebut fireballs.

Kebanyakan dari hujan meteor biasanya berasal dari serpihan-serpihan komet.

Sementara Taurid berasal dari dua benda langit sekaligus yaitu komet Encke dan asteroid 2004 TG10.

Keduanya diperkirakan berasal dari sebuah komet yang berukuran jauh lebih besar dan terpecah puluhan ribu tahun yang lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top