Rawan Gempa, Pacitan Masuk Kawasan ‘Megathrust’ Selatan Jawa

Rawan Gempa, Pacitan Masuk Kawasan 'Megathrust' Selatan JawaIlustrasi (AFP PHOTO / ADEK BERRY)

WARTABARU.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut Kabupaten Pacitan termasuk salah satu wilayah yang paling rawan gempa tektonik di Jawa Timur. Sebab, wilayah Pacitan berhadapan dengan zona megathrust selatan Jawa dan terletak di jalur sesar Grindulu.

“Wilayah Kabupaten Pacitan memang termasuk salah satu kawasan paling rawan gempa tektonik di Jawa Timur. Upaya mitigasi yang perlu dilakukan adalah masyarakat perlu memahami pentingnya bangunan rumah yang strukturnya kuat dan aman saat terjadi gempa bumi,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono melalui keterangan rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (8/11).

BMKG menyarankan untuk membangun rumah dengan pondasi rumah tahan. Namun, jika pondasi ini terbilang mahal, maka disarankan untuk membangun rumah dari bahan ringan seperti kayu dan bambu.

Daryono pun menyarankan untuk dilakukan kajian mendalam terkait bahaya dan risiko gempa di Kabupaten Pacitan.

Pasalnya, pada 27 Mei 2006, pemerintah daerah Yogyakarta sempat ‘kecolongan’ dengan sesar Opak yang ternyata masih aktif dan memicu peristiwa gempa besar.

“Jika perlu, ada kajian sejarah kegempaan purba yang terekam dalam lapisan batuan yang berusia ribuan tahun di sepanjang Sungai Grindulu barangkali dapat membantu memberikan petunjuk mengungkap periodisitas gempa kuat yang pernah terjadi dipicu struktur sesar ini pada masa lalu,” terang Daryono.[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, BMKG mencatat pada Kamis (7/11) malam pukul 21.27 WIB terjadi gempa bumi tektonik dengan magnitudo 3,1 yang berlokasi di arah tenggara kota Pacitan, pada kedalaman 11 kilometer. Guncangan dirasakan cukup kuat oleh warga yang tinggal di Pacitan, Kebon Agung, dan Tamperan.

Ditinjau dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempa yang terjadi merupakan jenis gempa kerak dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Dalam keterangannya, Daryono menyebut lokasi episenter gempa ini diduga kuat bahwa pembangkit gempa ini adalah Sesar Grindulu.

Dalam beberapa literatur hasil kajian, jalur Sesar Grindulu melintasi 5 kecamatan di Pacitan. Lima kecamatan itu yakni Kecamatan Bandar, Nawangan, Unung, Arjosari, serta Donorojo.

Demikian berita ini dikutip dari CNNINDONESIA.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top