BKKBN sosialisasikan penguatan nilai pancasila bagi keluarga di Bali

BKKBN sosialisasikan penguatan nilai pancasila bagi keluarga di BaliSosialisasi penguatan pembinaan karakter nilai-nilai Pancasila bagi keluarga melalui pengelola program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Kuta, Badung, Bali, Sabtu (26/10/209). ANTARA/Fikri Yusuf

WARTABARU.COM – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi penguatan pembinaan karakter nilai-nilai Pancasila bagi keluarga melalui pengelola program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Bali.

"Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan kami dalam rangka sosialisasi bagaimana pengamalan ideologi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat," ujar Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga (KSPK) BKKBN, M. Yani, di Kuta, Badung, Bali, Sabtu (26/10).

Dalam sosialisasi tersebut, BKKBN juga bekerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam memberikan pemahaman pentingnya ideologi pancasila dalam keluarga kepada masyarakat.

M. Yani menjelaskan, bagi sebagian masyarakat di Indonesia, sebenarnya nilai-nilai Pancasila sudah tertanam dalam nilai-nilai keluarga. Namun bagi masyarakat lain, ia merasa nilai-nilai Pancasila masih perlu untuk dikuatkan.

"Untuk di Bali saya rasa nilai-nilai Pancasila dalam keluarga sudah kuat. Itu yang akan kami tularkan ke daerah-daerah lain. Dari diskusi ini, kami juga berencana untuk menjadikan Kabupaten Badung, Bali, sebagai pilot project pembentukan Keluarga Pancasilais," katanya.

Selain mensosialisasikan pengamalan Pancasila pada keluarga, kegiatan yang juga dihadiri para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) atau Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) BKKBN, para generasi muda, masyarakat dan juga para pekerja migran itu juga membahas bahaya dari HIV AIDS.

"Ini juga terkait dalam program kita yang tidak hanya menyampaikan nilai-nilai Pancasila tapi juga harus selalu mensosialisasikan bahaya HIV/AIDS. Kami mengundang para buruh migran karena mereka adalah salah satu yang berisiko, mereka adalah orang-orang pertama yang harus kita jaga untuk mencegah penularan HIV/AIDS," katanya.

Sementara itu, anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka yang hadir dalam kegiatan itu mengatakan, program sosialisasi tersebut dinilai cukup penting agar bagaimana ada keluarga pancasila dalam upaya untuk menghidupkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dimulai dari tingkat keluarga.

"Termasuk di dalamnya bagaimana penguatan terhadap keluarga dalam memahami, mencegah dan menanggulangi persoalan HIV/AIDS," katanya.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top