Mengenal Andromeda, Galaksi Tetangga dan Kembaran Bima Sakti

Mengenal Andromeda, Galaksi Tetangga dan Kembaran Bima SaktiGalaksi Andromeda yang terlihat dari Bago, 91 kilometer timur laut Yangon, Myanmar pada 23 Desember 2017 (Foto: AFP PHOTO / Ye Aung THU)

WARTABARU.COM – Galaksi Andromeda merupakan tetangga terdekat galaksi yang kita tinggali, Bima Sakti. Andromeda bahkan dapat lihat dengan mata telanjang, tetapi hanya pada malam yang yang cerah namun tanpa polusi cahaya lampu maupun sinar bulan. Kedekatan Andromeda dengan bumi berjarak 2,5 juta tahun cahaya (2,4×10^19 km) menjadikannya target yang nyaman untuk mengamati galaksi spiral itu.

Galaksi Andromeda pertama kali ditemukan pada 964 Masehi oleh seorang ahli astronomi asal Persia, Abd al-Rahman al-Sufi. Saat itu ia mengira Andromeda adalah nebula alias gumpalan awan, bukan galaksi. Pada 1920-an, galaksi menjadi perdebatan antara astronom Amerika Harlow Shapley dan Heber Curtis. Curtis melihat berbagai novae atau bintang terang di Andromeda dan berpendapat bahwa keberadaannya terpisah dari Bima Sakti.

Diskusi tersebut tidak berakhir sampai 1925, ketika Edwin Hubble mengidentifikasi dan menemukan sejumlah bintang di Andromeda, termasuk jenis bintang khusus yang dikenal sebagai Cepheid. Mulanya Hubble berkeyakinan bahwa objek yang tampak kabur itu terlalu jauh untuk berada di dalam Bima Sakti.

Benar saja, jarak Andromeda yang diukurnya menggunakan bintang variabel Cepheid berhasil membuktikan bahwa Andromeda bukan nebula yang berada di dalam Bima Sakti tetapi merupakan galaksi lain yang terpisah. Andromeda berjarak 860.000 tahun cahaya, lebih dari delapan kali jarak bintang terjauh di Bima Sakti.

Banyak yang mengatakan bahwa Andromeda ibarat kembaran dari galaksi Bima Sakti karena letaknya yang berdekatan. Namun ternyata tetangga galaksi ini berukuran dua kali lipat lebih besar dibanding Bima Sakti. Galaksi Andromeda diperkirakan memiliki diameter 220.000 tahun cahaya sedangkan galaksi Bima Sakti hanya berdiameter sekitar 100.000 tahun cahaya.

Andromeda tersusun setidaknya satu triliun bintang-bintang. Keunikan galaksi ini juga terletak pada nukleusnya yang ganda. Kedua puncak cahayanya berisi jutaan bintang yang padat dan keduanya hanya berjarak lima tahun cahaya. Inti pertama nukleusnya ini dikenal dengan sebutan P1 sedangkan inti keduanya dikenal dengan sebutan P2.

Namun beberapa astronom mengatakan bahwa nukleus ini tidak benar-benar dua bagian melainkan hanya satu kelompok bintang miring yang mengorbit lintasan lubang hitam supermasif. Galaksi Andromeda juga terkenal akan banyaknya lubang hitam (black hole) yang terdapat di dalamnya. Terlepas dari 26 lebih lubang hitam di dalamnya, terdapat lubang hitam supermasif (supermasive black hole) di pusat galaksi Andromeda yang memiliki massa 140 juta kali lebih besar dari matahari.

Perbedaan mencolok antara galaksi Andromeda dan galaksi Bima Sakti terletak pada bintang-bintangnya. Semua bintang di galaksi Andromeda masih berwarna biru yang usianya kurang dari dua miliar tahun. Bintang-bintang ini pergerakannya sangat acak, berbeda dengan bintang-bintang yang terdapat di galaksi Bima Sakti yang selalu bergerak pada putaran rotasi yang sama.

Pergerakan bintang secara acak pada galaksi Andromeda disebabkan karena adanya tabrakan yang masih belum lama terjadi–jauh sebelum galaksi Andromeda menjadi satu kesatuan utuh sebuah galaksi yang besar. Galaksi tersebut mulanya merupakan dua bagian yang terpisah satu sama lain yang kemudian bertabrakan sekitar 1,8 sampai 3 miliar tahun lalu hingga membentuk satu galaksi besar yang sekarang kita sebut Andromeda.

Lantas dari mana asal penamaannya?Galaksi ini dinamakan Andromeda karena berada di arah rasi bintang Andromeda, yang merupakan nama seorang putri dalam mitologi Yunani. Jika kita melihat ke langit malam utara antara asterisme “W” Cassiopeia dan Great Square of Pegasus, di situlah letak Andromeda.

Rasi bintang ini dapat terlihat di wilayah antara +90 derajat hingga -40 derajat garis lintang. Selain dinamakan Andromeda, galaksi ini juga memiliki sebutan lain yaitu Messier 31 atau M31. Penamaan ini muncul dalam katalog benda langit yang disusun oleh astronom Charles Messier.

[Gambas:Youtube]

Andromeda yang tampak kembar dengan galaksi Bima Sakti membuat banyak ilmuwan meneliti keduanya. Dari hasil penelitian disimpulkan galaksi yang menyerupai spiral yang indah itu ternyata sedang menuju galaksi kita dan berada pada jalur tabrakan dengan Bima Sakti. Kedua galaksi ini akan bertabrakan pada 4,5 miliar tahun lagi.

Jika fenomena ini terjadi saat itu bumi pun akan ikut hancur. Namun ilmuwan memperkirakan tampaknya galaksi Andromeda tidak akan menjadi yang pertama bertabrakan dengan galaksi Bima Sakti.

Merujuk theatlantic.com, sebuah studi baru menemukan bahwa sebelum itu galaksi Bima Sakti akan lebih dulu bertabrakan dengan awan Magellan sekitar 1 hingga 4 miliar tahun dari sekarang, bahkan ada yang memperkirakan tabrakan kosmik ini terjadi 2,5 miliar tahun lagi.

Tabrakan antara Bima Sakti dan awan Magellan bakal menggeser posisi galaksi kita di ruang angkasa. Tak berhenti sampai di situ, Andromeda masih akan datang menghampiri beberapa miliar tahun kemudian. Dan pada akhirnya, keduanya bertabrakan dan tidak ada jalan keluar.

Lokasi

[Gambas:Instagram]Galaksi Andromeda serupa dengan Bima Sakti yang berbentuk spiral, terdapat tonjolan materi besar yang terkonsentrasi di tengah, dikelilingi oleh gas, debu, bintang-bintang, material hitam, dan lingkaran cahaya yang sangat besar.

Mengutip theplanets.org, meskipun Andromeda mengandung sekitar satu triliun bintang dibandingkan Bima Sakti yang hanya memiliki 200-400 miliar bintang, galaksi kita sebenarnya lebih masif karena diduga mengandung lebih banyak materi gelap.

Tampak lebih besar dari bulan ketika di langit

Galaksi Andromeda paling baik diamati ketika berada di luar yang cukup gelap, karena itu sangat mudah mengenalinya. Jika berada di belahan bumi utara, galaksi Andromeda mudah ditemukan pada Agustus hingga Februari, sementara di belahan bumi selatan terlihat sejak Oktober hingga Desember.

Namun yang lebih mengejutkan bagi kebanyakan orang, galaksi Andromeda muncul enam kali lebih besar ketimbang bulan purnama saat malam hari dan muncul sebagai awan cahaya redup. Jika dilihat menggunakan teleskop 8-inci (200mm), M31 menghadirkan pemandangan spektakuler dengan jalur debu yang menyebar dari pusatnya yang cerah. Jika dibandingkan, galaksi M31 yang muncul di langit mampu menutupi 40 Bulan sekaligus.

Pasti bertabrakan

[Gambas:Youtube]Melansir space.com, Andromeda dan Bima Sakti sedang menuju jalur tabrakan yang akan mengubah struktur kedua galaksi. Keduanya bergerak mendekat satu sama lain dengan kecepatan sekitar 70 mil per detik (112 kilometer per detik). Para astronom memperkirakan bahwa Andromeda akan bertabrakan dengan Bima Sakti dalam 4 miliar tahun mendatang, menyatu, kemudian berakhir 6 miliar tahun dari sekarang.

Diprediksi saat itu matahari akan membengkak menjadi raksasa merah dan menelan planet terestrial seperti Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars, kemudian ‘meninggalkan’ Bima Sakti. Usai fase destruktif itu terjadi, para ilmuwan memperkirakan kedua galaksi melebur dan membentuk entitas galaksi elips raksasa.

Fenomena tabrakan galaksi adalah bagian normal dari evolusi alam semesta. Faktanya, baik Andromeda dan Bima Sakti memiliki tanda-tanda pernah menabrak galaksi lain. Andromeda memiliki lingkaran debu besar di tengahnya, membuat bentuknya terlihat menarik. Para astronom percaya lingkaran debu di tengah itu terbentuk ketika menelan galaksi lain.

Demikian berita ini dikutip dari CNNINDONESIA.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top