Daihatsu Tak Pernah Terima Pesanan LCGC Sigra Jadi Taksi

Daihatsu Tak Pernah Terima Pesanan LCGC Sigra Jadi TaksiDaihatsu Sigra. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)

WARTABARU.COM – Astra Daihatsu Motor (ADM) buka suara mengenai rumor produk Low Cost Green Car (LCGC) Sigra menjadi armada taksi. ADM mengaku baru mengetahui hal tersebut dan mengatakan belum pernah menerima pesanan Sigra yang dinyatakan bakal digunakan sebagai taksi.

“Kemarin itu saya ditanya, tapi kami tidak ada menerima order buat taksi,” kata Direktur Marketing ADM Amelia Tjandra di Lembang, Jawa Barat, Kamis (10/10).

Penampakan Sigra menjadi taksi sempat muncul di media sosial dan ramai dibicarakan. netizen. Sigra tampak mengenakan cat bodi keemasan dengan atap putih, sementara pada bodi samping tertera nama Nex Taksi.

Sigra yang dijadikan taksi seperti dalam foto merupakan desain lama. ADM sudah meluncurkan desain facelift Sigra pada bulan lalu.

[Gambas:Instagram]

Perlu dipahami pemegang merek mobil di Indonesia tidak diizinkan menjual produk langsung ke konsumen (retail). Pihak yang berhak melakukan penjualan retail adalah dealer.

Amelia menduga taksi Sigra merupakan pekerjaan konsumen retail setelah membeli unit dari dealer. Hal seperti ini dikatakan tidak bisa dimonitor.

“Kalau membeli retail terus dijadikan taksi kami tidak bisa monitor. Nah kalau order khusus perusahaan taksi ya tidak ada. Ke kami tidak ada,” jelas Amelia.

Pesan Lewat Dealer

Dari foto-foto yang beredar, bukan cuma Sigra yang dijadikan taksi. Kembarannya, yaitu Toyota Calya, juga muncul pakai seragam yang sama.

Direktur Pemasaran Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmy menyebut Calya sebagai taksi tidak dipesan melalui TAM, melainkan langsung ke jaringan dealer Toyota. Anton tidak memberi penjelasan lebih terkait hal itu saat dihubungi.

“Pesannya lewat dealer,” kata Anton.

Sementara itu Ketua Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan membenarkan Sigra dan Calya akan menjadi armada perusahaan taksi. Shafruhan bilang dua mobil itu mulai dioperasikan sebagai taksi pada akhir tahun atau paling cepat November 2019.

Shafruhan mengungkap operatornya adalah Express yang kini memiliki investor baru sehingga ada perubahan nama menjadi Next Taksi.

“Jadi Express itu sedang peremajaan, nah nanti mau digunakan sebagai taksi bandara,” ujar dia.

Menurut Shafruhan ada sekitar 1.000 unit produk LCGC Toyota dan Daihatsu yang dipesan Express, namun Sigra hanya kecipratan sebagian kecilnya saja.

“Paling banyak Calya, kalau tidak salah Sigra hanya 50-an unit ya,” kata Shafruhan.

Demikian berita ini dikutip dari CNNINDONESIA.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top