Gofood Sebut Sumbang 18 Triliun ke Gojek

Gofood Sebut Sumbang 18 Triliun ke GojekGojek. (CNN Indonesia/Dini Nur Asih)

WARTABARU.COM – Gofood menyumbang Rp18 triliun untuk Gojek. Namun, Gojek tidak menyebut lebih lanjut persentase Gofood ini dari total pendapatan Gojek.

“Kalau persentasenya kita belum bisa kasih angka pasti. Tapi yang jelas untuk Gofood kita sumbang Rp18 triliun (ke Gojek),” jelas VP Corporate Affairs Food Ecosystem Gojek, Rosel Lavina kepada awak media di Senayan City Mall, Jakarta, Jumat (4/10).

Namun, Rosel tidak mengungkap pendapatan Gofood ini terkumpul pada periode kapan. Sebab, sebelumnya CEO Gojek Nadiem Makarim mengungkap tahun lalu Gofood menyumbang Rp28,7 triliun.

Nadiem juga mengungkap pendapatan terbesar mereka berasal dari Gofood dan Gopay. Gopay sendiri menyumbang Rp90,4 triliun. Dengan demikian, pada 2018 sumber pendapatan terbesar Gojek adalah Gopay. Transaksi Gofood tak sampai sepertiga transaksi Gopay. Total transaksi (GMT) Gojek pada 2018 sebesar Rp126 triliun.

“Transportasi online […] hanya menyumbang kurang dari seperempat dari total transaksi (GMV) Gojek. Makanan sangat besar dan pembayaran lebih besar lagi,” tuturnya dalam wawancara dengan Nikkei Asian Review.

Dengan total pendapatan ini, Nadiem menganggap perusahaannya tak perlu membuat layanan transportasi online mereka untung terlebih dulu jika akan mengajukan penjualan saham perdana.

Lebih lanjut, VP Corporate Affairs Food Ecosystem Gojek, Rosel Lavina mengklaim saat ini Gofood merupakan layanan pengantaran makanan terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Hal ini dilihat dari jumlah pilihan menu sebanyak 12 juta dari 400 pedagang di Asia Tenggara.

“Kenapa kami bilang kami ini nomor satu dan terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara [Thailand dan Vietnam], mereka memilih Gofood dilihat dari jumlah varian makanan yang paling terbanyak, jumlah merchant yang paling variatif lalu driver kami juga dinilai lebih ramah dan informatif,” kata Rosel.

Sementara menurut data internal Gojek, layanan pengantaran makanan Gofood telah menguasai 75 persen pangsa pasar Indonesia.

“Data internal kami menunjukkan bahwa kita punya pangsa pasar sebesar 75 persen di Indonesia,” lanjut dia.

“Jadi ini cukup memvalidasi posisi kami dan dari beberapa data internal kami menunjukkan bahwa kita punya pangsa pasar sebesar 75 persen di Indonesia,” lanjut dia.

Demikian berita ini dikutip dari CNNINDONESIA.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top