Peneliti Perkirakan Ada Lubang Hitam Purba di Tata Surya

Peneliti Perkirakan Ada Lubang Hitam Purba di Tata SuryaIlustrasi (CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)

WARTABARU.COM – Peneliti memperkirakan ada lubang hitam purba di tata surya. Lubang hitam ini terletak di sekitar sabuk Kuiper yang mengorbit diluar planet Neptunus. Lubang hitam purba inilah yang dianggap sebagai sumber gravitasi aneh di Sabuk Kuiper. Menariknya, ukuran lubang hitam ini sangat mini, hanya sebesar bola bowling.

Sebelumnya, para peneliti menduga sumber gravitasi aneh di kawasan itu berasal dari planet besar yang mengorbit di sana. Sehingga mereka menamai sumber gravitasi aneh itu sebagai Planet 9 atau Planet X. Hingga saat ini, keberadaan planet 9 masih menjadi sebuah hipotesis.

Banyak perdebatan soal planet 9. Sebelumnya, posisi planet ke-9 ditempati oleh Pluto. Namun, sebagian ilmuwan menyangsikan Pluto adalah planet. Tapi, belakangan NASA mengumumkan Pluto tetap sebagai planet.

Planet 9 terletak di Sabuk Kuiper atau objek trans Neptunus (TNO). Sabuk Kuiper sendiri adalah piringan yang terdiri dari serpihan asteroid yang ada setelah Neptunus. Sabuk asteroid ini juga ada diantara Mars dan Jupiter. Tapi Sabuk Kuiper jauh lebih besar, 20 kali lebih lebar, dan 20 hingga 200 kali lebih masif.

Awal munculnya isu planet 9

Lantas bagaimana isu mengenai keberadaan Planet 9 ini muncul pertama kali? Hal ini bermula pada 2016 ketika pemburu planet asal California Institute of Technology (Caltech) Konstantin Batygin dan Mike Brown menemukan keanehan pada objek trans-Neptunus yang sangat jauh. Keanehan pada objek ini lantaran mereka berkerumun dan bergerak dengan kemiripan orbital serupa, seperti dikutip dari How Stuff Works.

Kemiringan orbital mereka juga menunjukkan hal yang tak biasa. Gerakan mereka seperti dikendalikan oleh interaksi gravitasi yang lebih besar.

Teori tersebut memang tidak menunjukkan keberadaan Planet 9, tetapi, “… itu menunjukkan bahwa hipotesis bersandar pada landasan yang kuat,” kata Brown, dilansir EarthSky.

Selain itu, belum diketahui ada badan planet yang lebih besar di kawasan itu. Sehingga Batygin dan Brown berhipotesis ada planet yang belum ditemukan setelah Neptunus. Perburuan pun dimulai.

Hipotesis lubang hitam

Pada akhir September lalu, muncul hipotesis baru, planet 9 adalah lubang hitam. Astronom Jakub Scholtz dari Universitas Durham dan James Unwin dari Universitas Illinois di Chicago memberikan hipotesis tandingan untuk menjelaskan keanehan gravitasi di wilayah itu. Menurut mereka gravitasi aneh itu sama sekali bukan akibat karena planet, tapi karena lubang hitam purba. Teori yang menimbulkan kegemparan di antara para ilmuwan.

“Selama ini belum ada satupun astronom yang berhasil melihat Planet 9 sebenarnya adalah ‘lubang hitam primordial’ atau sebuah lubang hitam purba,” tulis laporan itu seperti dilansir Cnet.

Dilansir dari Gizmodo, menurut Scholtz dan Unwin dari Institute for Particle Physics Phenomenology at Durham University, ukuran tersebut sangatlah kecil. Sehingga diperlukan teleskop khusus untuk mencari sumber yang tidak dapat terlihat oleh teleskop sinar gamma saat ini.

“Jika benar-benar ada benda besar di luar sana, bahkan jika itu adalah sebuah planet, itu akan “sangat mengejutkan,” kata Scholtz.

Demikian berita ini dikutip dari CNNINDONESIA.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top