134 perantau Minang di Wamena kembali ke Padang

134 perantau Minang di Wamena kembali ke PadangSejumlah pengungsi berjalan turun dari pesawat Hercules saat tiba di Landasan Udara (Lanud) Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Rabu (2/10/2019). Sebanyak 170 pengungsi asal Sulawesi Selatan dan Malang tiba di Landasan Hasanuddin dan kembali ke daerah asal masing-masing pascakerusuhan di Wamena, Papua yang mengakibatkan 33 orang meninggal dunia. ANTARA/Abriawan Abhe

WARTABARU.COM – Sebanyak 134 warga perantau Minang meninggalkan Wamena di Provinsi Papua untuk kembali ke kampung halaman di Provinsi Sumatera Barat dengan jalur udara dan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman, Kamis (3/10) malam.

"Berangkat sore dari Wamena dan diperkirakan sampai di BIM malam ini pukul 22.00 WIB, kami masih koordinasi dengan Tim ACT di sana," kata Kepala Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Sumbar Zeng Wellf di Padang, Kamis.

Ke-134 perantau dari Sumbar tersebut berasal dari Kabupaten Pesisir Selatan dan dalam penerbangan dari Papua menuju Padang akan didampingi oleh tiga orang anggota ACT.

Di BIM, pihak ACT Sumbar sudah menyiapkan bus untuk mengantar warga Pesisir Selatan itu sampai kembali ke kampung halamannya.

"Dari BIM diantar langsung ke Pesisir Selatan, umumnya warga berasal dari Kecamatan Bayang," katanya.

Sebelumnya ACT Sumbar menghimpun donasi dari masyarakat untuk membantu memulangkan warga Sumbar yang merantau ke Wamena.

Kerusuhan yang terjadi 23 September 2019 di daerah itu telah menyebabkan sembilan warga Sumbar meninggal dunia. Sementara sejak terjadi kerusuhan hingga Rabu(2/10) tercatat 11.646 orang telah meninggalkan Wamena.

Konflik tersebut juga menyebabkan para perantau Minang kehilangan harta benda karena aksi pembakaran yang dilakukan oleh perusuh.

Di samping menghimpun donasi untuk pemulangan warga dan membantu kebutuhan masyarakat yang masih di pengungsian, ACT Sumbar juga menghimpun donasi untuk membantu pemulihan ekonomi bagi yang sudah kembali ke Sumbar.

"Kami akan siapkan tim untuk melakukan assesmen bagaimana kondisi ekonomi warga untuk menentukan bagaimana nanti bantuan yang akan diberikan," ujarnya.

Donasi masyarakat untuk penanganan dampak konflik di Wamena dapat disampaikan melalui ACT di rekening BNI Syariah 8660 2910 1909 0173, Bank Mandiri 127 000 77 21242, dan Bank Nagari Syariah 71000 2202 9999 8 atas nama Aksi Cepat Tanggap.

Donasi juga dapat disampaikan langsung ke kantor ACT Sumbar di Padang atau di kantor cabang Bukittinggi yang berlokasi di Jalan Raya Bukittinggi-Kapeh Panji Jambu Air nomor 81, Banuhampu, Agam.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top