Nasir dorong rakyat bangun negara dengan wawasan kebangsaan

Nasir dorong rakyat bangun negara dengan wawasan kebangsaanMenteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir memberikan keterangan kepada wartawan dalam kunjungan kerja di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (29/09/2019). ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak

WARTABARU.COM – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mendorong masyarakat Indonesia untuk saling bekerja sama dan bergotong royong membangun negara dengan berwawasan kebangsaan dan berpegang teguh pada Pancasila.

"Dengan Hari Kesaktian Pancasila mudah-mudahan kita seluruh elemen bangsa saling bersatu, saling bahu membahu untuk membangun Indonesia," kata dia kepada wartawan dalam kunjungan kerja di Semarang, Jawa Tengah, Minggu.

Nasir mengatakan dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2019, maka hendaknya seluruh masyarakat Indonesia semakin kokoh dan teguh dalam memegang dan menerapkan ideologi bangsa.

Cita-cita pendiri bangsa untuk Indonesia, kata dia, harus ditangkap dan dijiwai oleh anak muda sebagai generasi penerus bangsa Indonesia sehingga dalam melakukan segala tindakan, dapat menempatkan kepentingan bangsa dan masyarakat Indonesia sebagai yang utama.

Selain itu, kata dia, mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengatakan bahwa kecintaan terhadap Tanah Air dan rasa persatuan serta kesatuan harus terus dipelihara di tengah masyarakat Indonesia.

Masyarakat Indonesia diharapkan tidak mudah goyah dengan paham-paham lain yang bertentangan dengan Pancasila demi menjaga keutuhan bangsa dan memajukan Indonesia dalam semangat persatuan dan kesatuan.

"Kita sudah mendorong dengan wawasan kebangsaan dan bela negara, maka bagi anak Indonesia seluruh warga negara Indonesia mari kita mempertahankan empat pilar kebangsaan, termasuk Pancasila," tuturnya.

Nasir mengatakan setiap warga Indonesia harus menanamkan dalam diri bahwa Pancasila harus menjadi tonggak ideologi bangsa.

Segala perbedaan, kata dia, harus disikapi dengan jiwa kebangsaan, bukan dengan memikirkan kepentingan sendiri.

"Inilah yang kita dorong, mari anak Indonesia membangun negara atas kesepakatan para pendiri bangsa siapa pun yang ada di dalamnya, agamanya apapun, dan sukunya dari manapun tetap satu, yakni Indonesia," kata dia.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top