Di depan Mapolda NTT mahasiswa Kupang gelar aksi seribu lilin

Di depan Mapolda NTT mahasiswa Kupang gelar aksi seribu lilinAksi seribu lilin oleh ratusan mahasiswa di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (29/9/2019) sebagai bentuk rasa belasungkawa mahasiswa Kupang atas gugurnya rekan seperjuangan mereka di Kendari, Sulawesi Tenggara dan Jakarta. (FOTO ANTARA/Katrin LB)

WARTABARU.COM – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Ngopi Milenial menggelar aksi seribu lilin di depan Markas Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kupang, Minggu.

Koordinator Umum Komunitas Ngopi Milenial, Zainudin Umar mengatakan aksi itu merupakan bentuk rasa belasungkawa mahasiswa Kupang atas meninggalnya rekan seperjuangan mereka di Kendari, Sulawesi Tenggara dan Jakarta.

"Aksi seribu lilin ini digelar sebagai bentuk solidaritas atas gugurnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Immawan Randy dan Yusuf Kardawi, serta seorang pelajar SMK Al Jihad Tanjung Priok Jakarta, Bagus Putra Mahendra, yang diduga menjadi korban tindakan represif oknum kepolisian saat menggelar demonstrasi menolak revisi UU KPK, RKUHP, dan sejumlah RUU lainnya," katanya.

Melalui aksi seribu lilin yang dilakukan itu pihaknya mengecam tindakan represif yang dilakukan oleh oknum polisi terhadap para mahasiswa di Jakarta dan beberapa daerah beberapa hari terakhir.

"Kami mengecam tindakan represif yang dilakukan oleh oknum polisi terhadap mahasiswa yang melakukan demonstrasi, hingga menyebabkan kematian, luka ringan, dan luka berat", kata Zainudin.

Dengan mengenakan pakaian yang didominasi warna hitam, sebagai simbol kedukaan, massa aksi menyalakan lilin di atas trotoar jalan, membawa poster berisi tulisan-tulisan solidaritas, dan karangan bunga mawar, sambil membaca puisi, menyanyikan lagu-lagu perjuangan, dan berorasi.

Rivan Sebleku, salah seorang peserta aksi dalam orasinya berharap Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk segera mengambil langkah tegas dengan melakukan investigasi, sehingga oknum tersebut dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Dengan meninggalnya rekan-rekan kami, tidak lantas menyurutkan niat kami untuk terus memperjuangan keadilan", tegas Rivan.

Aksi itu kemudian diakhiri dengan doa bersama dan pendarasan Sumpah Mahasiswa Indonesia.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top