Bupati upayakan pemulangan perantau Pesisir Selatan dari Wamena

Bupati upayakan pemulangan perantau Pesisir Selatan dari WamenaBupati Pesisir Selatan, Hendrajoni. (Antara Sumbar/Didi Someldi Putra)

WARTABARU.COM – Bupati Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Hendrajoni akan mengupayakan seluruh perantau Minang yang masih berada di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua bisa dipulangkan ke kampung halamannya dengan selamat.

"Komunikasi intens terus kami jalin dengan beberapa pihak, termasuk Bupati Jayawijaya dalam upaya pemulangan seluruh warga Pesisir Selatan yang merantau ke sana," kata Bupati Hendrajoni dihubungi di Painan, Jumat.

Ia mengatakan setidaknya terdapat 327 kepala keluarga asal Sumatera Barat di Jayawijaya, dan lebih dari separuhnya merupakan warga Pesisir Selatan.

"Saya terus menjalin komunikasi dengan para perantau, saat ini mereka masih bertahan di pengungsian dengan segala keterbatasan," katanya lagi.

Ia mengajak masyarakat Pesisir Selatan agar secara bersama-sama berdoa agar seluruh warga daerah setempat yang kini masih berada di Jayawijaya berada dalam lindungan Allah SWT.

"Semoga suasana di Jayawijaya kembali kondusif sehingga masyarakat di sana bisa menjalankan aktivitas seperti biasa," imbuhnya.

Ia menjelaskan akibat kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua pada Senin (23/9) sembilan warga asal daerah setempat tewas, delapan di antaranya telah dimakamkan di kampung halamannya masing-masing.

Sementara satu lagi telah dimakamkan di Jayawijaya karena kondisinya yang mengenaskan sehingga tidak memungkinkan untuk dibawa pulang ke Pesisir Selatan.

Tujuh dari sembilan korban tewas berasal dari dua keluarga, satu keluarga berasal dari Nagari Lakitan Utara bernama Hendra Eka Putra (22), Safrianto (36), Jafriantoni (24) merupakan saudara kandung, sementara Riski (3,5) merupakan anak dari Safrianto (36), keempatnya dinyatakan meninggal dunia.

Sementara istri dari Safrianto (36) yang merupakan ibu dari Riski (3,5) bernama Putri (29) masih menjalani perawatan intensif akibat luka benda tajam yang dialaminya.

Satu keluarga lagi berasal dari Kecamatan Batang Kapas, yakni Nofriani (40), Ibnu Rizal (8), Nurdin Yakub (28) asal Nagari Taluk, ketiganya dinyatakan meninggal dunia.

Nofriani (40) merupakan ibu dari Ibnu Rizal (8) dan Nurdin Yakub (28) merupakan keponakan dari suami Nofriani (40) bernama Erizal (44), nasib baik berpihak pada Erizal dan ia dinyatakan selamat dari kejadian itu meski mesti mendapat perawatan akibat luka-luka yang dialaminya.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top